Bandar Lampung

Melihat Peran Senen Mustakim di Kasus Korupsi Pengadaan Randis Elite Lampung Timur

Melihat Peran Senen Mustakim di Kasus Korupsi Pengadaan Randis Elite Lampung Timur
Melihat Peran Senen Mustakim di Kasus Korupsi Pengadaan Randis Elite Lampung Timur

Suherni, seorang terdakwa dalam korupsi yang melibatkan PT Topcars Indonesia duduk di hadapan hakim untuk mendengarkan surat dakwaan kepada dirinya. Foto: Tinus Ristanto.

Suluh.co – Jaksa Penuntut Umum [JPU] pada Kejaksaan Tinggi mengungkapkan peranan mantan Kepala Badan Pengelolaan, Pendapatan dan Keuangan Daerah [BP2KAD] Lampung Senen Mustakim di dalam surat dakwaan kepada Suherni, mantan PPK –yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan Kendaraan Dinas [Randis] Bupati-Wakil Bupati Lampung Timur Tahun Anggaran 2016.

Ungkapan yang dimuat di surat dakwaan tersebut dibacakan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 10 Desember 2020.

Senen Mustakim –kini menjabat Kepala BPSDM Provinsi Lampung, setidaknya kedapatan melakukan pembicaraan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terkait perusahaan yang mampu menyediakan Randis sesuai keinginan BP2KAD Lampung Timur. Belakangan perusahaan itu bernama PT Topcars Indonesia.

“Setelah pelelangan pertama dinyatakan gagal, terdakwa [Suherni] selaku Pejabat Pembuat Komitmen [PPK] diminta oleh Senen Mustakim yang merupakan Pengguna Anggaran atau Kepala BP2KAD Lampung Timur untuk berkoordinasi dan berhubungan dengan Suma Wibawa ST, MM Bin Bachir Syahzein dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang pernah melakukan pengadaan kendaraan operasional/dinas Bupati Lampung Utara, berupa Toyota LC Prado.

Selanjutnya terdakwa bersama dengan Annys Fansori [PPTK] melakukan pertemuan dengan Suma Wibawa bertempat di kantin Pertiwi Pahoman Kota Bandar Lampung, dan didapatkan keterangan dari Suma Wibawa bahwa yang menjadi pemenang/penyedia barang kendaraan operasional/dinas Wakil Bupati Lampung Utara adalah PT Topcars Indonesia dari Palembang,” ucap jaksa dalam persidangan.

Diketahui, di kasus ini Suherni tidak menjalani masa penahanan. Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan penangguhan penahanan kepada Suherni, dan dua terdakwa lainnya. Pada kasus ini, ketiga terdakwa yakni Suherni, Dadan dan Aditya dipisahkan proses persidangannya.

Pemantauan Suluh.co di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, baru Suherni yang menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan. Hakim yang memimpin persidangan untuk Suherni sendiri adalah Siti Insirah.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top