Pendidikan

Meja Pendaftaran ‘Darmajaya Startup Competition 2021’ dibuka, Hadiah 100 Juta, Jangan Sampai Ketinggalan Ya?

Rektor IIB Darmajaya, Dr Cand Ir H Firmansyah Yunialfi Alfian MBA MSc, yang akan kembali menggelar DSC 2021. Pendaftaran dibuka hingga 12 November 2020 nanti. Ikutan kuy! | darmajaya.ac.id

BANDAR LAMPUNG – Hola mahasiswa dan seluruh alumni Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lampung! Api kabakh, nyow kabakh? Waway seunyinni? Alhamdulillah. Tetap pakai masker dan tetap jaga jarak ya.

Kepala Bagian (Kabag) Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) dan Career Center IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, punya kabar baik nih buat kalian dimanapun kini berada.

Darmajaya Startup Competition (DSC) 2021, kompetisi tahunan penjaringan bisnis rintisan (start-up) milik/kelolaan mahasiswa dan alumni IIB Darmajaya, gelaran tahun keempat, resmi buka lapak, eh, meja pendaftaran.

Senada penyelenggaraan sebelumnya, kompetisi bertujuan menjaring bisnis-bisnis baru dari kalangan kampus, yang market fit. Lalu, terang Kabag Lilla, yang bisnisnya, atau ide bisnisnya berpotensi untuk dikembangkan.

“Dan dilahirkan oleh tim bisnis yang solid dan memiliki jiwa entrepreneur yang kuat,” Kabag Lilla menambahkan, mendampingi Rektor IIB Darmajaya Dr Cand Firmansyah Yunialfi Alfian, disitat dari siaran pers lamam kampus, Sabtu (24/10/2020) pekan lalu.

Kepala Bagian Inkubasi Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) dan Career Center IIB Darmajaya Lilla Rahmawati. Foto: LinkedIn | Lilla Rahmawati

Kabag sejak Juli 2018 yang mantan video journalist MNC Grup 2008-2012 itu menyebutkan, DSC 2021 kolaborasi Inkubitek IIB Darmajaya, menggandeng Inkubator Bank Rakyat Indonesia (BRI), atau tenar BRInkubator, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Perguruan Tinggi Darmajaya.

“DSC 2021 juga memiliki banyak manfaat. Peserta akan langsung mendapatkan motivasi bisnis dari praktisi. Membangun mindset sebagai entrepreneur dan mengetahui problem solving dari bisnis yang dijalani ditengah pandemi,” Lilla meyakinkan.

Alumnus Jurusan Sosiologi FISIP Unila angkatan 1999, Magister Manajemen IIB Darmajaya angkatan 2016 ini pun menginfokan, pihaknya menyiapkan hadiah uang tunai Rp100 juta bantuan akses modal usaha para pemenang.

Baca Juga:  Pusba UIN Raden Intan Bekali Instruktur Kemampuan Bahasa Arab dan Inggris

“Masing-masing pemenang akan mendapatkan 10 juta dengan total 100 juta untuk 10 pemenang Pak,” ujar staf Humas IIB Darmajaya Aji Saktiyanto terpisah, dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (26/10/2020) petang, pukul 17.18 Waktu Indonesia Barat.

Pun, pemenang nantinya juga akan mendapat pelatihan, pendampingan para mentor bisnis berpengalaman, dan dinobatkan menjadi Ambassador Inkubitek IIB Darmajaya dan BRI.

Nah, gimana cara daftarnya, gak perlu naek ojek ke kampus kan? Syaratnya juga apa aja, apa harus sudah punya toko atau shop, jelas ada kan?

Tenang kuy, mengutip penjelasan Lilla, untuk detail pendaftaran peserta dapat kamu akses di tautan bit.ly/DSC2021.

Masa pendaftaran, dibuka sejak Sabtu lalu hingga ditutup pada 12 November 2020 mendatang.

Untuk kategori peserta, dapat berupa usaha digital, kriya, fesyen, industri pangan, kesehatan, dan kecantikan.

Ribuan peserta sebelumnya telah mengikuti Kick Off DSC 2021 Fight & Growth Your Business in Pandemi melalui platform aplikasi rapat virtual Zoom dan Youtube Channel Sahabat Darmajaya, pada Sabtu lalu.

Kick Off diisi business sharing oleh Yuke Elvandari (37), penyanyi penyuka kucing selain musik jazz alumnus Fakultas Ekonomi Unila eks akademia Akademi Fantasi Indosiar 3 pada 2004 kini pemilik Koma Space dan studio foto Surya Maxima, dan Direktur CV Focus Advertising, Adhitya Saputra.

Menukil Yuke, ia bilang jika kolaborasi bisnis akan membantu kita tumbuh dengan self-awareness (kepedulian pada diri sendiri yang kuat), dan scale (skala bisnis), serta creative abrasion (abrasi kreatif, istilah populer ciptaan pendiri dan presiden Nissan Design International Jerry Hirshberg, untuk menggambarkan budaya dimana ide ditantang secara produktif).

“Dan take the long view (futuristis, menatap jauh kedepan),” ujar lugas pemeran Inah dalam pementasan musikal “Mahadaya Cinta” garapan maestro Guruh Soekarnoputra ini, terlebih ujar ia menggarisbawahi, pada situasi pandemi COVID-19, kolaborasi membuat usaha dapat survive.

Baca Juga:  PPDB SMA se-Provinsi Lampung Sisakan 6.281 Kursi Kosong

Pungkas Yuke, “Saat sendirian kita hanya dapat melakukan sedikit tetapi ketika beramai-ramai, banyak yang dapat kita lakukan,” keren, Sabtu itu.

Ia mengutip penulis, aktivis politik, dosen Amrik, pemenang Honorary University Degrees Women’s Hall of Fame, The Presidential Medal of Freedom, The Lions Humanitarian Award, bahkan kisah hidupnya meraih dua Piala Oscar, Helen Adams Keller.

Biar kamu kian gimana gitu, asal tahu, pengingat, merujuk data (saat itu) Kemenristekdikti pada April 2019, pemerintah melalui Kemenristekdikti telah membina 1.307 startup dari berbagai bidang fokus, sepanjang 2015-2019.

Jumlah itu sampai detik ini terus naik dari tahun 2015 yang hanya 52 startup. Saat ini jumlah startup di Indonesia berada peringkat pertama di ASEAN. Dan peringkat kelima dunia. Wow.

Data berbeda, lebih banyak karena dihitung secara global yang juga pernah redaksi reportasekan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengungkap data fantantis jumlah start-up Tanah Air per Februari 2019 telah mencapai 2.070 start-up!

Dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor, on-demand services, financial technology (fintech) atau teknologi finansial (tekfin), dan e-commerce (e-dagang). Perkembangan industri digital termasuk start-up yang cukup signifikan beberapa tahun terakhir, turut direspons cepat pemerintah, terutama BKPM sebagai lembaga yang melaksanakan fungsi pelayanan dan pelaksanaan penanaman modal.

Merujuk data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia di 2019 mencapai 143 juta jiwa (54 persen dari total populasi) dengan jumlah pemilik smartphone dan mobile internet mencapai 90 juta jiwa (statista).

Hasil riset Google dan Temasek juga menyebutkan market size ekonomi digital Indonesia kini mencapai USD 27 miliar, dan berpotensi meroket jadi USD 100 miliar pada 2025. Dari aliran investasi asing per tahun di level USD 20-25 miliar, diperkirakan 10 persen disumbang sektor ekonomi digital.

Baca Juga:  AJI-Institut Jurnalisme Lampung Beri Pelatihan Menulis Puskamsikham Unila

Catatan redaksi, besaran potensi ini jangan jadi ‘impotensi’. Anak bangsa mesti berderap, get up, manfaatkan, kuasai teknologi informasi digital, bangun start-up sesuai minat bakat dan kebutuhan pasar, ciptakan captive market-mu sendiri, terus ulet, dan jadilah, tuan rumah di negeri sendiri.

Pun di Lampung, kini jamak, start-up jatuh bangun. Beberapa darinya, kini berjaya. Sebut misal, start-up games Pocong Jump milik Lucky Putra Dharmawan, kolaboratif dengan Els Coffee. Lucky bahkan telah memiliki perusahaan mandiri, Eternal Dream.

Start-up Andaglos Global Teknologi juga mencetak programmer sendiri melalui Pesantren Programmer. Atau start-up digital DJ Corp diawaki Davit Kurniawan, yang diampu Yayasan Alfian Husin, pemilik IIB Darmajaya.

Jika mantan Menristekdikti M Nasir pernah “meng-endorse” start-up binaan kementerian, PT Djava Sukses Abadi, pemilik merek tempe Mangano yang bisa awet 30 hari tanpa bahan kimia, sudah diekspor hingga Korea Selatan,
redaksi mengingatkan kembali bahwa di Lampung kita juga punya Batagor Ubi atau Batobi, start-up kuliner milik Ryco, mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya.

Gimana, para tempe-preneur, eh, startupreneur sekalian? Kamu punya start-up khusus bagi para DJ, siap digaet korporat investor, atau start-up khusus buka kursus yang siap tandem, bareng para technopreneur?

Duh, aduh, lieur euy. Darmajaya Startup Competition 2021, ikutan kuy. Hayuk, grab it fast now. Oke cuy. [SUL/RED/Muzzamil]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top