Iklan
Daerah

Mbah Gimo yang Tidur Bersama Kambing Akhirnya Direlokasi  

Mbah Gimo/RAH/Suluh

TULANGBAWANG BARAT – Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad, dalam waktu dekat akan melihat kondisi Mbah Gimo yang sempat viral karena kondisinya yang sangat memprihatinkan.

Salah satu bentuk perhatian, pihak pemerintah kabupaten melalui pemerintah kecamatan, merelokasi Mbah Gimo dari gubuk reot ke rumah yang sudah disediakan pihak Tiyuh Kecamatan Lambu Kibang.

Menanggapi masalah kemiskinan, Umar Ahmad beranggapan, bahwa ada barometer tersendiri menanggapi permasalahan tersebut.

“Bagaimana cara pandang orang melihat tampilan yang ada tentang kemiskinan. Namun bagaimanapun juga, saya sepakat bahwa masalah kemiskinan adalah masalah kita bersama bukan hanya masalah pemerintah daerah,” ujar Umar Ahmad, Selasa (23/7).

Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad/RAH/Suluh

Selain akan melihat kondisi Mbah Gimo, Bupati Umar juga akan mendaftarkan pada program Keluarga Penerima Manfaat Matra Tubaba Dinas Sosial.

Baca Juga:  Bisnis Fashion Dan Kuliner Lampung  Jadi Lirikan Bekraf

Seperti diketahui, Mbah Gimo, kakek berusia 80 tahun ini kerap disapa. Dia hidup sebatang kara di pinggiran Sungai Way Pidada.

Warga Tiyuh Kibang Trijaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulangbawang Barat ini, terbiasa hidup jauh dari hiruk pikuk gemerlap kota.

Ia tinggal di gubuk berukuran dua meter persegi yang tidak layak huni, karena hampir semua sisi bangunan terbuat dari ranting pohon.

Meski begitu dia merasa nyaman dibangunan yang terbuat dari keringatnya sendiri.

Bahkan dia pun rela berbagi tempat berteduh dengan kambing peliharaannya.

Selain membuat sangkar ayam dari bambu untuk mencukupi biaya hidupnya, Mbah Gimo juga mengandalkan pemberian dari tetangga.

Apalagi kondisi kesehatannya  sudah memburuk akhir-akhir ini. Tentunya dia belum mampu membeli pakaian baru meski hingga saat ini dia hanya memiliki dua potong.

Baca Juga:  PDAM Way Rilau Percepat Pembangunan Mega Proyek SPAM

Meskipun kondisinya demikian, Mbah Gimo sangat ramah dan sopan.

Sebagian besar warga akhirnya berharap uluran tangan dari para donatur hingga pemerintah demi meringankan bebannya.(IW/RAH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top