Iklan
Daerah

Mbah Gimo, Warga Kecamatan Lambu Kibang ini Tidur Bersama Kambing

Kediaman milik Mbah Gimo/Tabikpun

TULANGBAWANG BARAT – Mbah Gimo, begitu pria berusia 80 tahun ini kerap disapa. Dia hidup sebatang kara di pinggiran Sungai Way Pidada.

Warga Tiyuh Kibang Trijaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulangbawang Barat ini, terbiasa hidup jauh dari hiruk pikuk gemerlap kota.

Ia tinggal di gubuk berukuran dua meter persegi yang tidak layak huni, karena hampir semua sisi bangunan terbuat dari ranting pohon.

Meski begitu dia merasa nyaman dibangunan yang terbuat dari keringatnya sendiri.

Bahkan dia pun rela berbagi tempat berteduh dengan kambing peliharaannya.

Selain membuat sangkar ayam dari bambu untuk mencukupi biaya hidupnya, Mbah Gimo juga mengandalkan pemberian dari tetangga.

Baca Juga:  Tak Berizin Minuman Beralkohol di Pesibar Bakal Ditertibkan  

Apalagi kondisi kesehatannya  sudah memburuk akhir-akhir ini. Tentunya dia belum mampu membeli pakaian baru meski hingga saat ini dia hanya memiliki dua potong.

Meskipun kondisinya demikian, Mbah Gimo sangat ramah dan sopan.

Sebagian besar warga akhirnya berharap uluran tangan dari para donatur hingga pemerintah demi meringankan bebannya.

Seperti yang diungkapkan Edi Setiawan, salah satu warga. Ia mengatakan, bahwa Mbah Gimo juga mendapat bantuan  dari zakat fitrah masjid.

“Dia sudah tinggal hampir 5 tahun disini. Saya hanya berharap ada tanggapan dari pemerintah kampung hingga pemerintah daerah. Agar dia dibuatkan rumah yang layak,” harap Edi, Jumat (19/7).(RAH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top