Panggung

Mayjen Pratimun, Guru Para Komandan asal Purworejo

Purnawirawan Mayor Jenderal TNI Pratimun/MAS

PURWOREJO – Salah satu tokoh Purworejo yang lahir di Desa Seren, Kecamatan Gebang, sangat berpengaruh di dunia kemiliteran Indonesia, sosok itu ialah Purnawirawan Mayor Jenderal TNI Pratimun, putra daerah yang memiliki dedikasi tinggi dalam nilai-nilai kebangsaan.

Tidak diragukan lagi, beliau dapat kita sebut sebagai guru dari para komandan yang ada saat ini, sebab beliau purnawirawan Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AD.

Saat ditemui dikediamannya di Desa Seren dan dilanjut ke makam pahlawan Projo Handoko Loyo, tepat tanggal 17 Agustus pagi, didampingi teman satu Angkatan di SMAN 1 Purworejo Tunung Subroto, beliau menyampaikan pesan bagi kaum milenial saat ini.

Anak muda saat ini harus banyak bersyukur dengan nikmat kemerdekaan yang telah diterimanya sekarang, harus diketahui bahwa berangkat pada era revolusi para pahlawan memberikan hidup mereka untuk merebut kemerdekaan hingga berdarah-darah, bahkan kehilangan nyawa.

Baca Juga:  Menuju Adipura 2019, Ratusan Anggota PKK Lakukan Gerakan Bersih Pasar

“Patut berbangga bahwa negara Indonesia salah satu negara yang mendapatkan kemerdekaan dengan titik darah penghabisannya sendiri. Bukan dari pemberian negara lain, kemerdekaan perjuangan bangsa sendiri itulah yang harus diteladani,” terangnya.

Pada awal kemerdekaan Indonesia menghadapi tantangan cukup banyak, dari dalam negeri maupun luar negeri, pemberontakan dalam negeri yang mendapat sokongan asing, hingga membuat perang adu domba, ada juga Belanda membonceng Inggris, perang 10 November 45, 30S PKI dan masih banyak lagi.

Sehingga membuat Indonesia mengalami banyak perubahan dalam sistem pemerintahannya, diantaranya perubahan negara dari kesatuan, Republik Indonesia Serikat, parlementer, pemilu dan kembali ke UUD 45.

“Tantangan cukup berat bagi anak muda saat ini, lahir di era yang jauh dari pendahulu, sekarang harus mampu meneruskan pengorbanan yang tanpa pamrih, mampu meneladani pemimpin kita Indonesia, yang sejahtera adil, dalam kemajuan teknologi ditambah dengan wawasan yang luas dan ketakwaan kepada Tuhan, harus bisa menjaga idealisme nilai-nilai dengan kejujuran,” jelasnya.

Baca Juga:  Purworejo & Australia Buka Kerjasama Bidang Teknologi Pertanian

Semangat berbuat baik memang berat, namun Mutiara di lumpur tetap menjadi mutiara.

Teladan TNI adalah Jendral besar Soedirman, generasi muda perlu mengenalnya juga. Selain itu memantapkan Pendidikan kewarganegaraan wawasan kebangsaan dan perjuangan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

“Mencintai tanah air sebenarnya sangat sederhana bermula dari hal kecil, jaga kebersihan, ikuti tata tertib lingkungan dan berkendara, disiplin kerja dan mencintai keluarga di imbangi juga takwa. Tantangan kedepan perang ialah jalan terakhir, dikarenakan saat perang sudah tejadi dalam bebagai bidang seperti ekonomi, media dan banyak lagi,” terangnya.

Sebagai bangsa yang mandiri idialis untuk Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan dibangun sejak kecil.(Mahesta Andi)

Baca Juga:  Sampoerna Retail Community (SRC) Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Nggruput Pringsewu
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top