Iklan
Politik

Masyarakat Lampung Diminta Proaktif Lakukan Perekaman e-KTP

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, usai menghadiri Musrenbang Provinsi Lampung tahun 2018/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo, meminta masyarakat Lampung yang belum memiliki e-KTP untuk proaktif melakukan perekaman.

Karena berdasarkan data Bawaslu, sebanyak 4863 ribu penduduk Lampung belum memiliki e-KTP sekaligus memastikan Daftar Pemilih Tetap saat Pilpres 2019 mendatang.

“Saat ini, secara keseluruhan penduduk Indonesia yang telah memiliki e-KTP sudah mencapai 97,6 persen. Nah sisanya, untuk masyarakat yang belum merekam dan membuat e-KTP agar proaktif,” katanya saat diwawancarai media di Pemprov Lampung, Rabu (11/4).

Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meminta agar Mendagri memberi target dalam pembuatan e-KTP.

Baca Juga:  Dapat Mandat Dari Mendagri, Pjs Gubernur Didik Serahkan Cinderamata Ke KPU dan Bawaslu Pusat

Oleh karena itu, saat ini, di Kemendagri dan Daerah Tingkat II lainnya, masyarakat yang melakukan perekaman hingga selesainya pembuatan e-KTP sekitar 10 -15 menit.

“Kecuali kalau ada permasalahan seperti listrik mendadak mati, komputer error atau antrian panjang itu bisa mundur. Tapi kalau di Depdagri dan banyak daerah, pembuatan e-KTP itu hanya 10 menit jadi kok, wong blankonya cukup,” tegasnya.

Pembuatan e-KTP ini untuk memastikan data kependudukan yang sudah ada.

“Misalnya, apakah nama si A masih bertempat tinggal di alamat ini atau tidak. Kalau sudah pindah ya diganti KTP-nya. Kemudian, apakah masih hidup atau sudah meninggal. Karena ini salah satu langkah untuk memastikan DPT saat di pilpres,” jelasnya.

Baca Juga:  Blusukan Bravo 5 di Pesawaran, Gratiskan Warga Cek Kesehatan

Selain itu, ia mengimbau agar Panwas dan pihak kepolisian untuk proaktif  dalam menerima laporan dari masyarakat jika ada Tim Sukses (TS) atau calon kepala daerah yang berujar kebencian.

“Kami mohon Panwas juga harus proaktif termaksud pihak kepolisian siap menerima laporan dari masyarakat jika ada TS atau calon kepala daerah berujar kebencian,” ungkapnya.

“Karena pilkada yang sukses itu adanya peningkatan tingkat partisipasi, tidak ada politik uang dan tidak ada kampenye berujar kebencian bersifat SARA atau berbau fitnah. Silahkan para calon pemimpin adu konsep dan gagasan,” pungkasnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top