Modus

Masyarakat Hadang Truk Pembawa Kayu Pembalakan Liar

Gelendongan Kayu Sonokeling hasil Ilegal loging. foto: ist

LAMPUNG UTARA – Kayu hasil pembalakan liar (illegal logging) kayu sonokeling (Dalbergia latifolia) di kawasan Hutan Lindung Register 34 Tangkit Tebak yang berbatasan dengan Desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara, berhasil dihadang masyarakat, Kamis (21/2) malam. Truk yang mengangkut kayu sonokeling tersebut dihadang oleh masyarakat yang sangat resah pembalakan liar dan peduli akan kelestarian sumberdaya hutan.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) VII Way Waya Tangkit Tebak, Luluk Setyoko menjelaskan bahwa ada laporan masyarakat bahwa di Repong (nama wilayah di Desa Sindang Agung) telah terjadi penghadangan oleh masyarakat terhadap sebuah mobil truk yang sedang mengangkut kayu sonokeling.

Baca Juga:  Kepalo Tiyuh Serahkan Senpi ke Polsek Tumijajar

“Tolong kirim personil Polhut, disini masyarakat sudah ramai menghadang truk yang ngangkut sonokeling”

Selanjutnya, Kepala KPH VII Way Waya Tangkit Tebak langsung mengumpulkan personil Polhut dan bersama-sama menuju lokasi kejadian. Di lokasi, Tim KPH VII Way Waya Tangkit Tebak bertemu dengan Tim Kepolisian dari Polres Lampung Utara dan Polsek Tanjung Raja yang sudah di lokasi.

Hasil inventarisasi, diperoleh bahwa truk berjenis Izuzu BE 9747 JG memuat 20 batang gelondongan kayu sonokeling. Selanjutnya Barang Bukti berupa truk dan kayu sonokeling diamankan di Polres Lampung Utara untuk proses lebih lanjut.

Kami mengapresiasi masyarakat yang melakukan tindakan terpuji dalam turut mengamankan hutan dan melawan pembalakan liar (illegal logging) dengan melakukan penghadangan dan melaporkan kejadian tersebut kepada KPH. Masyarakat tersebut adalah masyarakat yang peduli terhadap kelestarian fungsi hutan, dimana hutan merupakan salah satu sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di Desa Sindang Agung yang tergabung dalam gabungan kelompok tani hutan (Gapoktan) Sindang Makmur melalui program Hutan Kemasyarakatan (HKm).

Baca Juga:  Pembalakan Liar di Kawasan Hutan Kembali Marak

Program HKm ini mampu menumbuhkan sikap masyarakat di sekitar hutan untuk peduli dengan kelestarian fungsi hutan. Kelestarian fungsi hutan akan memberikan dampak kesejahteraan masyarakat, sebaliknya kerusakan hutan akan memberikan dampak kerugian yang besar bagi masyarakat, khususnya kerugian ekologi, ekonomi dan sosial, ungkap Luluk Setyoko. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top