Iklan
Politik

Masih Harus Berbenah, Berikut Evaluasi Rycko Menoza Untuk Kota Bandar Lampung

Mantan Bupati Lampung Selatan periode 2010-2015, Rycko Menoza, bersama Presenter FSTV Rismayanti Borthon/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Mantan Bupati Lampung Selatan periode 2010-2015, Rycko Menoza, menilai perencanaan dan pembangunan di Kota Bandar Lampung, masih belum berpihak kepada masyarakat dan tidak berdasarkan kebutuhan.

“Itulah yang menjadi koreksi, hal itu saya dapat dari merekam, menerima masukan masyarakat, hingga diskusi bersama. Artinya dalam hal merencanakan sesuatu, masih banyak yang belum terpenuhi, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga pengelolaan sampah, dan ini hanya contoh kecil,” jelas Ryco, saat menyambangi Studio Fajar Surya Televisi, Kamis (5/9).

Semua itu, kata dia, tidak cukup hanya dengan aturan, tapi harus diikuti pula bagaimana permasalahan tersebut agar jangan sampai memunculkan dampak, apalagi dampak langsung ke masyarakat.

Baca Juga:  TPPD PKS mulai lakukan tahapan pertama Pilwakot Bandar Lampung

Putra dari mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP yang maju dalam pemilihan Wali Kota Bandar Lampung (Pilwakot) tahun 2020 mendatang ini juga melihat, masih banyak masalah kebutuhan mendasar di Kota Tapis Berseri, seperti halnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

“Saya masih mendengar dan menerima masukan, bahwa masih terlalu rumit dan panjangnya birokrasi agar masyarakat mudah mendapatkan asuransi kesehatan, ini yang harus dicari solusinya. Dan perihal bina lingkungan (biling), mungkin dalam satu sisi bagus, tapi ada hal yang yang justru tidak sesuai,” papar Rycko.

“Saya kira musti pemerintah harus lebih tanggap. Jangan hanya mengedepankan satu pembangunan favorit, tanpa uji publik dari dampak pembangunan,” timpalnya.

Baca Juga:  Pentingnya Menjaga NKRI, Pemuda Tak Boleh Mudah Dipecah Belah

Sebagai sosok orang dengan segala kekurangan dan punya pengalaman, mantan Bupati Lamsel ini paham betul cara menangani persoalan, dalam menentukan kebijakan. Yakni, dengan melibatkan semua komponen, bukan kumpul-kumpul orang untuk sesaat.

“Pemerintah itu bila memberi bantuan tidak minta timbal balik, tapi harusnya ikhlas. Seperti pengajian, saya lihat sampai menggunakan ustadz dari luar kota hanya untuk popularitas. Bila bicara agama, saya kira ustadz lokal di Bandar Lampung banyak yang bagus, sambil bagaimana kita berbagi pengetahuan agama. Pola ini harus dirubah,” papar Rycko.

Memilih pemimpin, tidak hanya acara 5 tahunan, dan ia juga menganggap masyarakat Kota Bandar Lampung pada khususnya tahu bagaimana memilih pemimpin yang jelas latar belakangnya. Baik itu dari latar belakang pendidikan, keluarga, pengalaman, serta jabatan organisasi.

Baca Juga:  FSTV dan ACT Lampung Kerjasama Edukasi Peduli Kemanusiaan

“Kita sama kawan kan saling tahu antar sesama, saya kira inilah, jagan sampai masyarakat membeli kucing dalam karung,” tandas Rycko.(Z)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top