Daerah

Mantan Sekdes Tubohan Bantah Tudingan Penyelewengan Dana Desa

Ist

OKU – Terkait tudingan Kepala Desa Tubohan Muhyidin yang menyatakan dana desa diduga kuat  diselewengkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) langsung dibantah oleh Frans A yang saat ini tidak lagi menjabat Sekdes Tubohan.

“Perkataan Kades Muhyidin tidak benar, semua itu bohong, karena tidak ada pembangunan jalan di kerjakan pada tahap II Tahun 2017, yang ada hanya pembangunan jembatan,” kata Mantan Sekdes Tubohan Frans A, saat dikonfirmasi via handphone, Senin (15/1) malam.

Frans menceritakan, bahwa pembangunan jembatan tersebut dikelola oleh Kepala Desa Muhyidin tanpa sepengetahuan Sekdes dan saat ini sudah selesai dikerjakan.

Masalah terhutang sebesar Rp10.000.0000 (sepuluh juta rupiah). Itu upah tukang yang belum dibayar, bukan hutang masalah pembangunan. Mengenai dana anggaran media massa, Frans mengaku, pada waktu itu dananya digunakan untuk pelatihan Siskeudes di Palembang.

Baca Juga:  Kades Jarang Ngantor, Urusan Pemerintahan Desa Terhambat

“Karena tidak ada dana, Kades Muhyidin, memangkas dana anggaran media massa sebesar Rp 3 juta lebih,” bebernya.

Sejak tahun 2016 lalu, dikatakan Frans, memang ingin mengundurkan diri dari jabatan Sekdes namun batal.

”Sekarang saya sudah tidak sejalan dengan Kades. Akhirnya, saya membuat surat pernyataan pengunduran diri secara tertulis,” ujarnya.

Menurut Frans, pada intinya Kades Muhyidin yang bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu mengenai dana desa, sebab Kades selaku kuasa pengguna anggaran.

“Jadi tidak sepantasnya menuding saya selewengkan dana desa,” cetusnya.

“Setiap dana anggaran yang dikeluarkan oleh Bendahara Desa semestinya terlebih dulu diverifikasi oleh Sekdes, tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada yang ditandatangani verifikasi itu,” tandasnya.(RI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top