Iklan
Modus

Mantan Napi Lapas Rajabasa Ungkap Praktek Bisnis Esek Esek

Bisnis esek esek di Lapas Rajabasa, Kota Bandar Lampung/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Lembaga Permasyakatan (Lapas) Kelas IA Rajabasa memiliki kamar khusus untuk “esek-esek” dengan siapa saja termasuk narapidana tampaknya bukan hanya sekedar kabar burung ataupun isapan jempol belaka.

Praktek kotor yang melibatkan oknum sipir dibenarkan oleh seorang mantan narapidana sebut saja Kiwil (bukan nama sebenarnya). Lewat wawancara khusus dengan Kiwil, dirinya mengungkap bahwa praktek tersebut sudah berjalan bertahun-tahun lamanya.

Kiwil membenarkan bahwa didalam lapas tersedia kamar berukuran 2X4 meter yang digunakan untuk melakukan hubungan badan.

“memang bener disana (lapas) ada kamar untuk bersetubuh, untuk ukuran di sana kamar tersebut termasuk luas mas,” kata dia, Rabu (5/2).

Kiwil menuturkan, bahwa disana ada beberapa oknum sipir yang bisa menyediakan wanita kalau kita (narapidana) tidak punya pasangan.

“kalau gak punya pasangan kita bisa pesen mas, tapi biaya nya ditambah Rp1 juta lagi, jadi total bisa kena Rp3-4 juta untuk kamar dan wanita”,ujarnya.

Baca Juga:  Resahkan Warga, Polsek Tumijajar Bubarkan Balap Liar

Itupun gak sampai satu jam mas kita sewanya, lanjutnya. “pasti nanti digedor sama mereka (oknum sipir)”.

Transaksi  pemesanan pun unik, kita harus tahu siapa kepala sipir yang piket hari itu. “walaupun disana terbilang bebas mas, kalau untuk “esek-esek” tidak bisa setiap hari,”ungkapnya.

“Biasanya setiap hari minggu dan tidak semua tahanan bisa melakukan pemesanan kamar, dilihat dulu napi nya siapa yang pesan dan berapa lama masa tahanannya, kalau masa tahananya lama mereka baru kasih,”papar Kiwil.

Kiwil yang pernah menjadi salah satu narapidana di Lapas Kelas IA Rajabasa selama tiga tahun hanya berharap agar praktek seperti itu segera musnah.

”itu praktek udah bertahun-tahun mas, semoga dengan ini semua diperbaiki lagi,” harapnya.

Baca Juga:  Lurah Kampung Sawah Lama Bantah Bebani Warga Hingga 1 Juta Untuk Pengurusan PTSL

Sebelumnya, kabar tentang praktek bilik asmara di Lapas Rajabasa viral di media sosial (medsos) lewat sebuah unggahan seorang Perwira Polri bernama Kompol Bayu Suseno lewat akun twetter resminya @bayususeno2001.

Pada unggahan foto, Kompol Bayu menuliskan keterangan bahwa di LP Rajabasa, narapidana bisa membawa wanita masuk ke penjara untuk berhubungan seks dengan membayar kepada sipir.

“Mau ML sama napi? Bisa kok… ada bilik asmara yg disewakan di dalam Lapas Rajabasa…,” tulis Bayu di bagian keterangan pada serangkaian foto yang diunggahnya pada Sabtu 28 April 2018 lalu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Kompol Bayu, bilik seks LP Rajabasa memiliki luas ruangan dua kali empat meter.

Namun, tak semua narapidana bisa bebas membawa wanita dan seks di dalam bilik itu, karena bilik seks ini tidak gratis. Tetapi, disewakan oleh oknum sipir.

Baca Juga:  Stres Ditinggal Anak & Istri, Pria Paruh Baya Tewas Dalam Sumur

“OMG tyt ada juga bilik asmara di Lapas… makasih ya mbak sdh cerita ttg pengalamannya dgn bg napi di Lapas Rajabasa Bandarlampung,” tulis Bayu.

Untuk diketahui, Kompol Bayu merupakan seorang anggota Polri yang aktif menyuarakan waspada terhadap kejahatan skimmer di media sosial. Bahkan, saat ini dia aktif menjadi pembina akun Twitter WSC atau Waspada Scammer Cinta.(ST)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top