Modus

Mantan Kalapas Kalianda Divonis 15 tahun, Muchlis Adjie Ajukan Banding

Muchlis Adjie, mantan Kalapas Kalianda/Net

BANDAR LAMPUNG – Muchlis Adjie, mantan Kalapas Kalianda, kembali dihadirkan dalam sidang perkara narkotika yang kali ini dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim, dengan vonis yang dijatuhkan kepada dirinya dengan vonis kurungan penjara selama 15 tahun.

Setelah sempat tertunda pada jadwal sidang sebelumnya, akhirnya pada Rabu sore (6/2), sidang perkara narkotika atas nama terdakwa Muchlis Adjie kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, Bandar Lampung, dengan agenda kali ini iyalah pembacaan putusan dari majelis hakim.

Diketahui pada dakwaan yang dubacakan oleh jaksa pada sidang sebelumnya, mantan kalapas ini telah melakukan tindakan melawan hukum, dengan turut serta menguasai dan memperjual belikan narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu yang seberat 2,7 kilogram dan 4 ribu pil ekstasi, yang masuk ke dalam Lapas Kalianda.

Baca Juga:  Jelang Akhir Tahun, BNN Siaga Peredaran Narkoba

Dengan fasilitas yang diberikan olehnya kepada Marzuli, narapidana yang mengendalikan narkotika tersebut dari dalam sel tahannnya.

Jaksa pun mengenakan pasal 114 dan 112 kepada Muchlis Adjie, dengan tuntutan sebelumnya yakni pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar, dengan subsidair 8 bulan kurungan penjara.

Namun dalam putusan majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Mansur kali ini, terdakwa terbukti melanggar pasal 114 dan pasal 132 Undang Undang RI Nomor 3-5 tahun 2009 yang mengatur tentang narkotika.

Dengan vonis yang dijatuhkan penjara selama 15 tahun dan denda RP1 miliar, dengan subsidair kurungan penjara selama 3 bulan.

Sementara menanggapi putusan dari majelis hakim ini, terdakwa menyatakan banding dengan alasan yang diutarakan olehnya hukuman tersebut terlalu tingggi. Sebab bukan hanya ia yang terlibat di dalam perkara ini.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top