Modus

Mantan Kadis Sebut Aturan Khamamik Kacau Balau

Sebanyak tujuh orang saksi dihadirkan  untuk memberikan keterangannya dalam sidang lanjutan pekara suap fee proyek Kabupaten Mesuji, atas nama terdakwa Khamamik/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak tujuh orang saksi dihadirkan  untuk memberikan keterangannya dalam sidang lanjutan pekara suap fee proyek Kabupaten Mesuji, atas nama terdakwa Khamamik, Wawan Suhendra, dan sang adik kandung Bupati non aktif Mesuji, Taufik Hidayat.

Dari ke-tujuh orang saksi yang hadir, terdapat seorang saksi pensiunan PNS Kabupaten Mesuji, Umar Rasyidi, yang dimintai keterangannya sebagai Penjabat Kadis Kehutanan dan Perkebunan di Mesuji.

Dalam keterangannya, Umar Rasyidi, mengatakan bahwa aturan yang diterapkan oleh Khamamik di Mesuji kaca balau.

“Terdapat aturan pemotongan dari beberapa anggaran non-budgeting sebesar 20% dari anggaran ATK hingga pada anggaran konsumsi, yang dengan alasan untuk penghematan anggaran,” kata Umar, di persidangan, Senin (1/7).

Baca Juga:  Banyak ASN Terjerat Kasus Korupsi, KPK Turun ke Lampung

Selain itu, di Kabupaten Mesuji juga terdapat aturan, diwajibkannya nota dinas untuk setiap pencairan yang ditujukan langsung kepada bupati sebagai permohonan pencairan dana proyek hingga pada pencairan SPJ. Dan belum tentu seluruhnya dapat dicairkan 100%  atau sesuai pengajuan.

Dari aturan – aturan yang diberlakukan tersebut, Umar Rasyidi pun sempat mengatakan bahwa jabatannya sebagai kepala dinas seolah-olah tidak dianggap oleh bupati.

Sebab segala sesuatunya harus dengan persetujuan dari Khamamik, sementara kepala dinas hanya bersifat mengisi jabatan tanpa bisa berbuat apa-apa.

Khamamik sendiri mengakui adanya nota dinas tesebut, lantaran ia tidak percaya seutuhnya kepada para bawahannya.

Namun aturan tersebut menuai polemik, selain tidak efisien pencairan dana yang didapat tidak sepenuhnya itu pun terkesan adanya pemotongan dari sang bupati.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top