Iklan
Modus

Mantan Bupati Lampung Tengah Kembali Jadi Tersangka Perkara TPPU

Mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa periode 2016-2021/Net

BANDAR LAMPUNG – Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin pribahasa itu yang cocok untuk mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa periode 2016-2021.

Setelah mengemban status tersangka gratifikasi terhadap DPRD Lamteng untuk mengesahkan peminjaman ke PT SMI beberapa waktu lalu.

Kali ini, dalam pengembangan perkara suap di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, lembaga anti rasuah tersebut secara resmi kembali menetapkan Mustafa sebagai tersangka dalam perkara TPPU dengan dugaan menerima Suap dari 2 pengusaha, yakni Budi Winarto selaku pemilik PT Sorento Nusantara dan Simon Susilo sebagai pemilik PT Purna Arena Yudha (PAY).

Selain itu, KPK juga telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, diantaranya, Mus mantan Bupati Lamteng, BW Pengusaha, SS Pengusaha, AJ Ketua DPRD Lamteng, BUM Anggota DPRD Lamteng, RZ Anggota DPRD Lamteng dan ZAI Anggota DPRD Lamteng.

Baca Juga:  Dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Sugiarto Wiharjo alias Alay Kesulitan Kembalikan Aset

Dalam konfrensi pers itu, KPK menyebutkan 3 perkara baru yang saat ini tengah ditanganinya. Pertama, mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa menerina suap Rp95 miliar yang diduga berasal dari  fee ijon proyek Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah dengan kisaran 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek.

Mustafa pun dijerat  Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP.

Kedua, mantan bupati Lamteng, Mustafa disuap oleh dua pengusaha, yakni Budi Winarto selaku pemilik PT Sorento Nusantara dan Simon Susilo sebagai pemilik PT Purna Arena Yudha.

Dari kedua pengusaha itu, Mustafa diduga menerima Rp 12,5 miliar dengan rincian Rp 5 miliar dari Budi dan Rp 7,5 miliar dari Simon yang kemudian diberikan ke anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Baca Juga:  Ada Kain Kasa di Dinding Rahim, RS Asy Syfa Medika : Kalau Terbukti ada Pencabutan Izin  

Budi dan Simon dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ketiga, KPK juga menjerat 4 anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah sebagai tersangka yaitu, ketua DPRD Lamteng Achmad Junaidi, dan anggota DPRD Lamteng, diantaranya Bunyana, Raden Zugiri, dan Zainudin.

Keempatnya dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top