Iklan
Modus

Majelis Hakim Akan Hadirkan Najmul Fikri dan Wawan Suhendra Bersamaan  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mesuji, Najmul Fikri, di persidangan/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Ketua Majelis Hakim, Novian Saputra, dalam persidangan terdakwa Sibron Azis dan Kardinal, berniat menghadirkan Najmul Fikri dan Wawan Suhendra, guna mencari tahu kebenarannya, apakah pejabat Polda Lampung menerima pemberian uang sebesar Rp200 juta atau tidak.

“Nanti kita konfrontir (hadirkan bersama),” kata Novian.

Nantinya, akan diketahui siapa yang berkata jujur. Pasalnya, Najmul Fikri, yang disebut oleh Wawan Suhendra ikut dalam proses pemberian uang itu ke dua mantan pejabat Polda Lampung, Irjen Pol Suntana dan Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol.

Kata Novian, bila nantinya memberikan keterangan palsu bisa kena pidana 9 tahun.

Baca Juga:  LBH Bandar Lampung Dorong Proses Penegakan Hukum Terkait Izin dan Reklamasi Pulau Tegal Mas

“Selain hukum, kan ada hukum agama, karena sebelum bersaksi akan disumpah,” tegasnya.

Kepada Najmul Fikri, Novian Saputra sebelumnya telah menegaskan agar dalam memberikan kesaksian adalah yang sebenar-benarnya. Jika memberikan kesaksian palsu, tegas Novian Saputra akan dikenai pidana penjara selama 9 tahun.

“Aturan hukumnya seperti itu. Selain hukum itu, ada pula hukum agama, karena sebelum bersaksi kan sudah disumpah,” terangnya.

Ditempat yang sama, jaksa KPK, Wawan Yunarwanto, mengaku belum tahu agenda konfrontir antara Wawan Suhendra dan Najmul Fikri.

“Masalah waktunya, nanti akan dibahas dahulu,” tukas Wawan.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top