Pendidikan

Mahasiswa UM Purworejo Maju ke Asean Youth Summit 2020

Mega Yunita Puspitasari, mahasiswi semester VIII Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo/MAS

PURWOREJO – Mega Yunita Puspitasari, mahasiswi semester VIII Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) berhasil lolos seleksi dan akan mewakili Purworejo maupun Indonesia dalam Asean Youth Summit 2020 yang akan di selenggarakan di Singapore 1-4 April mendatang.

Mega awalnya tidak menyangka sebab, dalam seleksi harus bersaing dengan banyak peserta dari Sabang hingga Merauke, bahkan dari kampus-kampus besar seperti UI, UGM, Unnes dan lainnya.

“Ternyata saya lolos. Saya terpilih, setelah lolos seleksi berkas dan wawancara pada bulan Januari lalu,” ungkapnya, Sabtu (15/2).

Dari seleksi peserta se-Indonesia tersebut, diambil 45 orang terbaik dan Mega menjadi salah satunya. Selanjutnya, dari 45 orang ini saat ini sedang dilakukan uji publik dengan pengiriman serta penilaian essai, serta vote di instagram.

Baca Juga:  6 Pemuda Lampung Ikuti Sail Nias 2019 & KPN

Tahapan ini untuk menentukan lima hingga 10 orang terbaik yang akan mendapatkan pembiayaan penuh, pembiayaan sebagian, ataupun pembiayaan mandiri.

“Kalau bisa dapat fully funded (pembiayaan penuh) kan bisa jadi kebanggaan tersendiri. Diambil 5-10 orang terbaik untuk fully funded. Nah dari 45 orang itu, yang dari Purworejo hanya ada satu orang saja, saya,” tuturnya.

Dalam ajang ASEAN Youth Summit 2020 tersebut banyak kegiatan yang akan dilaksanakan. Antara lain digelar award, sehingga para peserta harus mempresentasikan konsep yang diusungnya untuk dipilih yang terbaik untuk beberapa kategori.

Selain itu, para peserta juga akan diberikan pelatihan untuk pemberdayaan manusia skala internasional, pelatihan kepemimpinan, dan lainnya.

Mega sendiri mengusung konsep Budidaya Klanceng Intensif (Bucin), karena konsep dari ASEAN Youth Summit adalah apa yang sudah dilakukan atau kontribusi yang sudah diaplikasikan oleh peserta.

Pemilihan konsep Bucin sendiri, tutur Mega, karena merupakan kegiatan yang telah ia laksanakan dalam Program Hibah Bina Desa (PHBD) 2018 dan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2019.

Baca Juga:  4 Dosen Juri LKS MKKS Lamteng, Warek I IIB Darmajaya: Kami Terus Upgrade Kompetensi

“Bermodalkan itu, saya bikin essai dengan konsep budidaya klanceng itu. Ini sesuai dengan tema yang diangkat, yakni tentang isu-isu strategis nasional terkait peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia,” jelas warga Winong, Kecamatan Kemiri, Purworejo ini.

Kegiatan budidaya klanceng intensif yang dilaksanakan pada PHBD dan KBMI tersebut, lanjut Mega, dilatarbelakangi upaya untuk mengatasi kerawanan longsor di wilayah rawan dan telah diterapkan di Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing.

Dalam kegiatan ini, dilakukan penanaman pohon murbei untuk mengatasi kerawanan longsor, sekaligus bunga dari tanaman ini merupakan sumber pakan untuk budidaya lebah klanceng. Selain itu juga terdapat pelatihan bagi masyarakat untuk peningkatan sumber daya manusia.

“Harapannya setelah saya ikut di Singapore, bisa presentasi dan cerita banyak hal, konsep ini tidak hanya solusi untuk Desa Jelok tapi juga sulusi bagi daerah-daerah yang rawan longsor lainnya, entah di Purworejo maupun daerah lain. Jadi bisa diduplikasi, karena konsepnya gampang, dan ada income yang masuk juga untuk daerah yang diaplikasikan kegiatan itu (dari produk budidaya klanceng),” kata kelahiran 24 Juni 1995 ini.

Baca Juga:  Universitas Muhammadiyah Purworejo, Kembangkan Budidaya Emas Hijau Dengan Brikoka

Dengan keikutsertaanya dalam ASEAN Youth Summit 2020, Mega juga berharap sekaligus bisa mempromosikan Purworejo.

“Bahwa Purworejo juga punya potensi dan SDM yang luar biasa,” imbuhnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top