Pendidikan

Mahasiswa UBL Tolak Pencutian Sepihak

Ratusan mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan rektorat kampus yang memberhentikan secara sepihak mahasiswa yang belum membayar SPP/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Ratusan mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan rektorat kampus yang memberhentikan secara sepihak mahasiswa yang belum membayar SPP, Rabu (3/10).

Mahasisiwa yang mengikuti aksi tolak komersialisasi pendidikan ini menyesalkan sikap rektorat yang tidak pernah melibatkan anak didiknya dalam merumuskan sebuah kebijakan.

Rektor UBL, M Yusuf Sulfarano Barusman, saat menemui mahasiswa mengatakan, pengisian kartu rencana studi atau KRS bisa dilakukan secara online dan telah diperpanjang hingga tanggal 22 September lalu.

Kata dia, hingga batas waktu yang telah ditentukan, masih ada mahasiswa yang belum melakukan pengisian KRS.

Baca Juga:  Lamban Tangani Kasus Politik Uang, KAMMI Lampung Kepung Kantor Bawaslu

Untuk mengakomodir tuntutan anak didiknya, pihak rektor kembali memberikan kesempatan kepada mahasiswa hingga tanggal 6 Oktober 2018 untuk menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi.

Pihak rektor berjanji, akan berusaha memenuhi sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh keluarga besar mahasiswa UBL dengan jenjang waktu tertentu.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama mahasiswa yang diwakili koordinator aksi, Dimas Pamungkas, seorang mahasiswa fakultas hukum.

Dimas berharap, birokrasi UBL dapat sesegera mungkin untuk merealisasikan tuntutan mahasiswa. Keluarga besar mahasiswa UBL juga diminta untuk turut serta mengawasi jalannya kesepakatan yang telah ditandatangani.

Diketahui, aksi ratusan mahasiswa ini berjalan lancar dan tertib, pihak rektorat mengimbau sebelas mahasiswa non aktif yang mengikuti aksi, segera melakukan pengisian KRS agar dapat mengikuti perkuliahan seperti biasanya.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top