Pendidikan

Mahasiswa UBL Kembangkan Teknologi Bercocok Tanam

Teknologi Smart Vertical Agriculture (SVA)/Ist

BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) bersama Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan teknologi Smart Vertical Agriculture (SVA).

“Pengembangan teknologi ini merupakan teknologi terbarukan yang mengandalkan software autonomous agent,” ujar Dekan FIK UBL, Ahmad Cucus, saat dihubungi, Kamis (7/6).

Dia menambahkan, software ini mampu mengolah data dan aplikasi yang terintegrasi tentang budidaya bercocok tanaman menggunakan teknik hidroponik yang dikontrol sepenuhnya melalui sistem yang berbasis IOT (Internet of Things).

Teknologi Smart Vertical Agriculture (SVA) merupakan pengembangan teknologi modern pada sistem vertical garden agriculture.

Kontrol parameter pada tanaman dilakukan perangkat sensor dan penggunaan akuator untuk mengatur perlakuan pada sistem tersebut, meminimalisir peranan manusia, sehingga dapat mengurangi tenaga kerja dan otomatisasi kerja.

Baca Juga:  Peringkat Unila Merosot di Posisi ke-46 Klasterisasi Perguruan Tinggi Non Vokasi

Sensor yang diletakkan pada air akan mengirimkan data ke dalam server data berupa nilai dari masing masing yang didapatkan.

Selanjutnya akan memberikan informasi kepada kita melalui perangkat komputer perihal identifikasi suhu, nutrisi, dan kadar ph tanaman.

Pembudidaya tanaman hidroponik tidak perlu lagi mengawasi tanaman langsung di tempat, karena dilengkapi perangkat kamera pemantau.

Seluruh pengerjaan pertanian, seluruhnya dikerjakan mesin komputer termasuk pemantauan nutrisi, suplai, keasaman, dan perubahan suhu air, hingga standar baku pola pertaniannya.

Sistem pada SVA ini bekerja pada standar dan aturan media tanam yang sesuai untuk tanaman.

Setiap tanaman memiliki standar kebutuhan yang berbeda, sehingga sistem bertindak sebagai agen yang akan beradaptasi terhadap setiap tanaman yang ditemui untuk dikelola terkait dengan kebutuhan suhu, nutrisi dan kadar keasaman/basa pada air.

Baca Juga:  Hadir di FISIP Unila, Rocky Gerung Sebut Kampus Pintu Demokrasi

Agen mengatur stabilitas kandungan air sehingga tanaman akan dapat berkembang dengan baik.

Teknologi SVA ini mendapatkan dana Hibah Pekerti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Januari 2017, karena termasuk jenis riset unik dan implementatif bagi kebutuhan manusia.

Saat ini, aplikasi teknologi ini tengah dipersiapkan penggunaannya dalam pengembangan budidaya tanaman sayuran dan buah hidroponik.

Teknologi ini diterapkan Program Kampung Agro Widya Wisata, Lampu Kita di Kelurahan Sinar Harapan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.

Program ini merupakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) PLN Peduli berkolaborasi dengan masyarakat dan UBL.(RD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top