Pendidikan

Mahasiswa Baru Rawan Disusupi Radikalisme

Direktur Pencegahan BNPT Pusat Brigjen Polisi Hamli/LAM

BANDAR LAMPUNG – Badan Nasional Penanggulan Terorisme atau BNPT, menyebutkan mahasiswa baru di perguruan tinggi rawan disusupi paham radikalisme.

Bahaya radikalisme di perguruan tinggi ini, disampaikan oleh Direktur Pencegahan BNPT Pusat Brigjen Polisi Hamli, dalam kuliah umum yang berlangsung di Universitas Lampung (Unila).

“BNPT menilai lembaga pendidikan saat ini rentan disusupi serta dijadikan tempat penyebaran paham radikalisme,” kata Hamli, kemarin.

Penyebaran paham radikalisme semakin gencar dilakukan dengan menyasar mahasiswa baru, tidak hanya di media sosial, namun juga dibungkus dalam kegiatan keagamaan.

Peran civitas akademika sangat dibutuhkan untuk mengawasi para pendamping mahasiswa baru dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan yang diikuti oleh mereka.

Baca Juga:  Unjuk Kebolehan, UKM UM Purworejo Pukau Ratusan Maba

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Profesor Aom Karomani, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan penanggulangan paham radikalisme di kampus.

Profesor Karomani yang maju di pemilihan rektor Unila menegaskan paham radikalisme tidak berafiliasi kepada agama tertentu.

“Paham itu telah menjadi musuh bersama,” tukasnya.

Kuliah umum pencegahan paham radikalisme di Unila turut dihadiri Kepala Bidang Agama dan Sosial Budaya FKPT Lampung, Abdul Syukur.

FKPT atau Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, menyebut, Provinsi Lampung memiliki potensi sebagai tempat penyebaran paham radikalisme. Pendapat ini berdasarkan hasil pra survei BNPT.

Namun, penyebaran paham radikalisme di Lampung dapat dicegah dengan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat. Seperti sakai sambayan, nemui nyimah dan nengah nyappur.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top