Ekonomi

Mahasiswa Bantu Warga Kembangkan Pengolahan Kapulaga

Mahasiswa UM Purworejo, melakukan inovasi pengolahan kapulaga/MAS

PURWOREJO – Kekayaan rempah-rempah menjadi saksi pemicu kedatangan penjajah di Nusantara. Dengan kekayaan rempah yang melimpah menjadi magnet daya tarik bangsa lain untuk datang ke Indonesia.

Rempah-rempah yang banyak dicari salah satunya  adalah kapulaga. Kapulaga selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.

Produktivitas kapulaga di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Purworejo, pun cukup melimpah. Akan tetapi harga jual kapulaga di masyarakat masih rendah.

Hal tersebut mendorong mahasiswa UM Purworejo, yang tergabung dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) yang didanai oleh Kemendristekdikti (Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi) melakukan inovasi pengolahan kapulaga.

Baca Juga:  Informa Bandar Lampung Tabur Promo Menarik

Kegiatan ini di gagas oleh tiga mahasiswa Prodi Agribisnis, Yuni Astuti, Siti Rochimah, Ginanjar Wahyu Nurcahyo, serta Idwal Gustianto (Pendidikan Teknik Otomotif), bersama dengan dosen pembimbing Jeki Wibawanti, M.Eng.,M.Si dari Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan tepatnya di Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Desa Sukowuwuh, banyak tumbuh subur tanaman kapulaga karena lingkungannya cukup mendukung, Kegiatan PKM-M ini dilakukan dengan beberapa sosialisasi, pelatihan, dan praktek.

“Program pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal, salah satunya kapulaga. Diharapkan program ini mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” ujar Yuni Astuti, selaku ketua tim PKM, Rabu (19/6).

Baca Juga:  Gubernur Muhammad Ridho Ficardo Bahas RUPS Bank Lampung

Program ini juga mengisiasi terbentuknya inovasi pengolahan kapulaga menjadi berbagai produk antara lain teh celup kapulaga, kapsul kapulaga, kapulaga bubuk, serta sebagai pengharum ruangan atau pengharum mobil. Brand dari produk produk ini adalah “Simbok Kapul”.

Kapulaga yang selama ini dimanfaatkan sebagai bumbu kini mulai memiliki peran dibidang kesehatan, Jeki Wibawanti menyampaikan, bahwa teh herbal dari kapulaga ini berpotensi sebagai minuman fungsional kesehatan serta pengharum aroma terapi yang khas kapulaga sangat alami sehingga sangat cocok untuk memperbaiki suasana hati dan mengurangi stress.

Sementara itu, Ahmad Mujib, Kadus Balimangu, sangat menyambut baik program dan penyuluhan yang diberikan mahasiswa tersebut, baginya apa yang bisa dimanfaatkan maksimal harusnya dilakukan. Salah satunya ialah dengan pengembangan produk dari kapulaga ini.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top