Ekonomi

M Ridho Ficardo, Satukan Warga Tulang Bawang Dengan Infrastruktur

Ist

BANDARLAMPUNG – Kendala warga Tulang Bawang yang harus jalan memutar melewati perkebunan tahun ini berakhir. Seluruh jalan di Koridor 22 yang terputus akibat kerusakan jembatan bakal tersambung. Pemerintah Provinsi Lampung membangun sembilan jembatan agar konektivitas Tulang Bawang lancar.

Gubernur Lampung (non aktif) Muhammad Ridho Ficardo, pernah menyampaikan, keluhan utama warga Tulang Bawang adalah banyaknya jembatan rusak peninggalan era 80-an.

“Jembatan tersebut eks jalan transmigrasi. Kontruksinya tidak memadai lagi. Akibatnya, warga harus memutar jauh lewat jalan perkebunan. Selain jauh, menjadi ekonomi biaya tinggi karena warga harus bayar jika lewat jalan perkebunan,” kata Ridho, kemarin.

Kata Ridho, sembilan jembatan yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 Koridor 22 ini, menghubungkan jalan-jalan utama di Tulang Bawang. Koridor itu yakni Simpang Unit VIII-Gedung Aji, Gunung Aji-Umbul Mesir, Simpang Pematang-Brabasan, dan Brabasan-Wiralaga.

“Koridor ini urat nadi ekonomi Tulangbawang dan sekitarnya. Perbaikan jembatan ini agar roda perekonomian menggeliat,” kata Ridho.

Baca Juga:  Petani Gading & Marga Kencana Gagal Panen

Pada tahap awal, Pemprov membangun tiga jembatan box culvert yakni Way Pidada III, Way Pidada IV, dan Way Kecubung I. Melalui APBD Perubahan 2017, Pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung membangun enam jembatan serupa yakni Way Penawar 3, Way Gedong Aji, . Way Kecubung 2, Way Suhai 1, Way Opak, dan Way Basoh.

Ridho juga menargetkan, pembangunan sembilan jembatan baru itu, mampu memperlancar arus barang dan jasa, terutama komoditas agrobisnis Tulangbawang seperti sawit, jagung, padi, dan karet.

“Jembatan ini menghubungkan sentra-sentra produksi pangan Tulangbawang seperti kawasan padi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rawapitu. Ini sentra pangan Tulangbawang dan kami menargetkan dapat mendukung Lampung sebagai lumbung pangan nasional,” ungkap dia.

Kabupaten Tulang Bawang, menurut M Ridho, merupakan salah satu penopang peningkatan daya saing Lampung yang kini berada di posisi 11 nasional. Pembangunan infrastruktur ini, kata Ridho, merupakan bagian peningkatan daya saing.

Baca Juga:  Bupati Winarti Kesal Dengan Fitnah yang Mengacaukan Tatanan Program Pembangunan

“Konektivitas itu syarat peningkatan daya saing. Saya berharap pembangunan sembilan jembatan baru ini, konektivitas Tulangbawang ke jalan nasional meningkat,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menjelaskan, dalam meningkatkan konektivitas ini, Pemprov Lampung menganggarkan dana Rp1,3 miliar pada APBD murni dan Rp2,8 miliar pada APBD perubahan, sehingga totalnya Rp4,1 miliar. Kesembilan jembatan ini berkekuatan maksimal 14 ton dengan usia ekonomis 25 tahun.

Kata Budhi, jembatan itu menghubungkan jalan sepanjang 22,5 km di ruas Simpang Unit VIII-Gedung Aji dan 31,5 km di ruas Gedung Aji-Umbul Mesir. Dana ini merupakan bagian Rp41,9 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi jembatan pada APBD 2017.

Pemilihan konstruksi box culvert dengan panjang 3-6 meter, tepat untuk kondisi Tulang Bawang. “Jembatan yang rusak berada pada sungai yang tidak berarus deras, bekas sawah, dan ketinggian permukaan air pendek,” kata Budhi Darmawan.

Baca Juga:  Jadi Penyumbang Kopi Nasional, Nilai Tawar Biji Kopi Masih Rendah

Pihaknya menargetkan di akhir 2017, seluruh jalan yang berada di Koridor 22 Tulangbawang dapat tersambung. Pembangunan enam jembatan yang dianggarkan melalui APBD Perubahan, kata Budhi, kini dalam tahap pengerjaan akhir. “Targetnya, tak ada lagi warga yang harus memutar jauh melewati perkebunan. Kami berharap pemakai jalan dan jembatan mematuhi tonase maksimal, agar jalan dan jembatan berumur panjang,” tandasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top