Politik

LO Herman HN di Aksi Unjuk Rasa, Unsur Politis Jatuhkan Lawan Politik

Rahmat Husein (helm) tengah berbisik-bisik dengan Resmen Kadapi/Ist

BANDARLAMPUNG – Forum Warga Bandar Lampung Berdaulat (FWBLB) yang merupakan massa gabungan guru honorer, Ketua RT, dan warga Kota Bandar Lampung memenuhi pintu gerbang Pemerintahan Provinsi Lampung.

Sekretaris FWBLB, Resmen Kadapi, mengatakan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp200 miliar adalah hak Pemerintahan Kota Bandar Lampung yang belum dibayarkan pemerintah provinsi.

Mereka mendatangi Kantor Gubernur dan Kejaksaan Tinggi meminta Pemerintahan Provinsi Lampung segera mencairkan dana tersebut.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Resmen Kadapi, memerintahkan massa untuk masuk menerobos barisan pengamanan. Namun, aksi itu gagal, lantaran pintu gerbang dijaga ketat oleh Satuan Polisi Pamong Peraja bersama anggota dari Polresta Bandar Lampung.

Baca Juga:  Yusuf Kohar Kritisi Kinerja Herman HN Perihal Gaji Guru dan Intensif RT

“Kalau gubernur tidak mau menjelaskan alasannya, tidak mau membayar DBH, kita masuk ke halaman kantornya, yang laki-laki maju ke depan, semuanya kita akan masuk bersama-sama ke dalam,” kata Kadafi, Senin (21/1).

Pada aksi unjuk rasa tersebut, ada hal yang menarik. Salah satu peserta aksi diketahui merupakan Liaison Officer (LO) Herman HN, Wali Kota Bandar Lampung yang mencalonkan diri menjadi Gubernur Lampung.

LO tersebut, Rahmat Husein DC, tampak mengenakan helm hitam dan kaca mata, dengan kemeja merah bergaris-garis putih.

Saat tiba di lokasi Rahmat Husein yang merupakan tim sukses dari Herman HN bersandar di mobil patroli polisi. Tidak berselang lama, dia memasuki barisan tengah massa, kemudian menghampiri Resimen Kadapi yang tengah berorasi di atas truk bak terbuka.

Baca Juga:  Politik Uang Arinal-Nunik, Dilaporkan Dua Tim Paslon Cagub Lampung

Rahmat Husein terlihat berbisik-bisik dengan Resmen Kadapi.

Selama aksi berlangsung, LO Herman HN ini, tidak melepas helm yang ia kenakan beserta kaca mata hitam yang dia pakai.

Tidak banyak yang mengenal Rahmat Husein, karena dia tidak melepaskan helm hitam yang membungkus kepalanya. Sebagian awak media yang mengetahui aksi kucing-kucingannya mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphone.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top