Daerah

Libur Imlek 2570, Hotel di Batam Panen Wisman

Ilustrasi. (Ist)

BATAM – Libur Imlek 2570 membawa berkah bagi industri pariwisata Batam, Kepulauan Riau. Tingkat okupansi hotel terisi penuh. Length of stay para wisatawan mancanegara juga lebih panjang dari hari libur reguler. Dominasi arus masuk wisman tetap berasal dari Singapura.

Momen Imlek dimanfaatkan Batam untuk menggelar Chinese New Year Eve Celebration 2019, Selasa (5/2). Sebanyak 7 negara bergabung di program ini.

“Beragam program Imlek yang ditawarkan Batam menjadi daya tarik tersendiri. Sepanjang perayaan Imlek, okupansi hotel di Batam naik. Hal ini jelas sangat positif,” ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam Mansur.

Tingginya okupansi hotel bisa dilihat di kawasan bisnis Nagoya. Begitu juga dengan 6 resort yang dimiliki oleh Batam. Seperti Turi Beach Resort, Montigo Resorts Nongsa, Nongsa Point marina & Resort, atau KTM Resort.

“Okupansi hotel di pusat Kota Batam mayoritas penuh. Enam resort juga penuh 100%. Kalau kiblat okupansi Batam ada di Nagoya. Semuanya ada di sana. Jumlah hotel di Nagoya juga sangat banyak. Nagoya penuh karena menjadi Kepala Naga. Jadi, semua ke sana,” terang Mansur lagi.

Baca Juga:  PJU Kecamatan Wonosobo, Dikritisi Baru Diperbaiki

Selain kawasan bisnis Nagoya, Batam Center juga ramai. Mansur menambahkan, tingkat okupansi hotel di kawasan Batam Center tetap kompetitif. Keterisian kamar rata-rata mencapai 90%.

“Selain Nagoya, di Batam Center juga ramai. Tapi, Batam Center tidak semuanya penuh. Kalau dirata-rata sekitar 90%. Dan, dengan sebaran hotel besar, rata-rata okupansi hotel Batam secara menyeluruh sekitar 90%,” lanjutnya.

Mengacu traveloka.com, Batam sedikitnya memiliki 440 hotel. Jumlahnya merata di seluruh wilayah Batam. Momentum Imlek 2570 pun jadi pembeda tingkat okupansi signifikan. Rata-ratanya mencapai 90%. Apalagi, Imlek tahun ini diuntungkan dengan long weekend. Selisih okupansi hotelnya sekitar 20%. Pada weekend reguler tingkat okupansi hotel rata-rata hanya 70%.

“Beragam atraksi perayaan Imlek yang ditawarkan Batam memang menjadi magnet yang positif. Arus masuk wisman positif. Industri pariwisatanya berjalan. Ini memakai acuan okupansi hotel. Untuk rata-rata okupansi hotel 90% sangat bagus. Apalagi, jumlah hotel di Batam sangat banyak,” terang Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa.

Baca Juga:  Yayasan AHM Gelar Kompetisi Film Pendek Keselamatan Berkendara

Kunjungan tetap didominasi wisatawan Singapura. Jumlahnya diperkirakan memcapai 70% dari total keterisian kamar hotel. Hal yang cukup beralasan. Sebab peserta Chinese New Year Eve Celebration 2019 juga 60,8% juga didominasi peserta asal Singapura. Angka riilnya sekitar 155 orang dari jumlah total sementara 255 wisman.

“Pergerakan wisman sepanjang Imlek di Batam sangat positif. Singapura dominan, tapi progres dari pergerakan wisatawan Malaysia juga bagus. Batam ini menjadi destinasi favorit mereka. Sebab, secara geografis kedua negara ini sangat dekat dan transportasinya juga sangat mudah,” kata Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Mobilitas para wisman menuju Batam sangat ditopang oleh Kapal Ferry. Waktu tempuhnya hanya 45 menit. Untuk harga tiketnya bervariasi, antara SGD19-23. Length of stay wisman rata-rata 3 hari 2 malam. Pada weekend reguler, lama tinggalnya hanya sehari. Kemampuan spending mereka sekitar Rp500 Ribu hingga Rp1 Juta per orang.

Baca Juga:  Polwan Bagi-bagi Snack di Aksi Damai Mahasiswa UM Purworejo

“Momen Imlek tahun ini memberi input perekonomian yang maksimal. Masa tinggal para wisman mayoritas lebih lama. Kondisi ini masih bisa dioptimalkan untuk tahun depan. Kami tetap akan melakukan evaluasi agar event tahun depan lebih optimal,” tegas Kabid Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Penyelenggaraan Imlek 2570 di Batam pun diapresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menyatakan, tingkat kesejahteraan masyarakat terangkat melalui moment Imlek.

“Kami gembira mendengar respons bagus wisman di Batam. Perayaan Imlek di sana sangat membantu pergerakan ekonomi. Ada income lebih yang bisa didapatkan masyarakat dari aktivitas ini,” tutupnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top