Modus

Lelang Konsumsi Kafilah MTQ Lampung, Diduga jadi Kongkalikong Anggaran & Pokja di PBJ Pringsewu

Proses lelang terendus tidak sesuai jadwal awal yang terpampang dalam kolom di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan nomor kode tender 2706337/Istimewa

PRINGSEWU – Adanya dugaan kongkalikong pengaturan jadwal pembuktian kualifikasi peserta lelang makan dan minum pemodokan Kafilah MTQ Provinsi Lampung 2020, diduga kuat syarat intrik antara pengguna anggaran dan Pokja di PBJ Kabupaten Pringsewu.

Pasalnya, proses lelang terendus tidak sesuai jadwal awal yang terpampang dalam kolom di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan nomor kode tender 2706337.

Untungnya, kode lelang dengan nomor 2706337 selalu terpantau dan didokumentasikan pada tanggal 3 Maret melalui screenshot tidak berubah, dihari berikutnya tanggal 14 Maret di papan informasi LPSE Kabupaten Pringsewu berubah drastis. Ada apa?

Dari papan informasi LPSE tersebut, tertulis pembuktian kualifikasi seharusnya digelar Tanggal 16 Maret, namun, berubah dari jadwal awal. Dimundurkan hingga tanggal 23 Maret Tahun 2020.

Diduga ada praktik kongkalikong antara Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) dan Perusahaan yang diduga kuat sudah jadi Pengantin, dalam pengadaan makan dan minum pemodokan kafilah MTQ tingkat Provinsi yang akan dihelat pada tanggal 10 April, di Islamic Center Asmaul Husna, Pekon Fajar Agung Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, mendatang.

Usut punya usut, yang diduga pihak penyedia (pengantin) masih melakukan proses persyaratan dari Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) di Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPM-TSP) Kabupaten Pringsewu.

Informasi yang dihimpun Senin (16/3). Menurut petugas di di Dinas Satu Pintu bagian pelayanan mengatakan, ada dua perusahaan (CV) yang mengajukan untuk pembuatan TDUP Baru Jasa Boga ialah, CV North River tanggal 6 Maret dan CV Regency Group pada tanggal 10 Maret lalu.

Baca Juga:  Polsek Gadingrejo Amankan Pemuda Yang Kedapatan Miliki Sabu

Pada tanggal tersebut, pihaknya (Dinas Satu Pintu) membagikan hasil TDUP ke Dinas terkait (DLH, Dinkes, dan Diporapar).

“Kami hanya sebatas itu, untuk pemilik sendiri yang mengambil kesini (Dinas Satu Pintu),” ujar pegawai Dinas Satu Pintu yang enggan menyebutkan namanya, Senin (16/3) kemarin.

Terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Kabag PBJ), Nur Fajri, mengatakan, proses review itu dalam peraturannya dibenarkan, apabila masih ada kekurangan secara administrasi.

Review itu, masih kata Nur Fajri menjelaskan, dari Pejabat Pembuat Komite (PPK) di ajukan dan di diposisikan ke kelompok kerja (Pokja).

Kemudian, dikoreksi oleh pokja, kalau, ada yang tidak sinkron. Maka, Pokja akan mengembalikan ke PPK untuk di review ulang.

“Dalam proses sah, tidak ada yang melanggar aturan,” kata Nur Fajri, Senin (16/3).

Soal mundurnya jadwal pembuktian kualifikasi, kata Nur Fajri, menurutnya ada kemungkinan penambahan waktu untuk evaluasi administrasi, kualifikasi, dan teknis lainnya.

Saat disinggung adanya calon penyedia yang diduga sudah di kondisikan, Nur Fajri menepis persoalan tersebut.

“Pokja kerja secara profesional, terkait ada tidaknya penyedia yang sudah dikondisikan, itu bukan ranah kami, adapun peserta tender ada yang kalah bisa melalui proses sanggan,” kilahnya.

Baca Juga:  Kasus Pencurian Masih Marak di Lampung Utara

Untuk menycari data lain terkait adanya peserta lelang tender makan dan minum pemodokan kafilah MTQ tersebut, wartawan mencari informasi soal kebenaran persuhaan baru yang mengajukan permohonan izin di bidang tata boga dan catering di Dinas Kesehatan setempat.

Ditemukan dengan Kasi Perizinan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, namun, Kasi atas nama Erawati tidak sedang ada ditempat.

Dan wartawan media ini pun hanya bisa berkomunikasi dengan ibu Nana, kasi yang berbeda.

Sepengetahuan dirinya, Perusahaan CV Regency Group baru beberapa hari ini mengajukan permohonan, tepatnya pekan lalu tanggal 10 surat masuk yang di hantarkan oleh pegawai dinas satu pintu.

“Karena itu bukan bidang saya, silahkan mas besok datang lagi,” kata Nana, Selasa (17/3).

Diruangan berbeda, Purhadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu membenarkan, pernah membubuhi tanda tangan untuk atas nama perusahaan tersebut.

“CV Regency Group atas nama Pak Eli, untuk hari dan tanggalnya saya lupa, namun, sekitar antar hari Kamis dan Jumat kemarin, itulah yang saya tanda tangani. Katanya untuk bergerak di penyediaan subkon tata boga MTQ mendatang,” jelasnya.

Tahun 2019 KPK Bagian supervisi pencegahan melakukan monitoring ke Kabupaten Pringsewu.

Padahal, UKPBJ Kabupaten Pringsewu sudah menjadi catatan merah dalam monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Per Tanggal 19 November Tahun 2019 lalu.

Yang menjadi catatan KPK ialah, soal pengadaan barang dan jasa (PBJ) dan sistem pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Pringsewu.

Baca Juga:  Pelaku Penyebar Kampanye Hitam Segera Disidang

Bahkan, terpantau Dian Patria pada hari itu, dalam kunjungannya sempat memasuki ruangan Kabag UKPBJ di Sekertariat Pemkab Pringsewu. Kamis, 21 November 2019 lalu.

Bahkan, kondisi Proses lelang dalam sistem pengadaan secara elektronik sudah menjadi di setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

“Dinas terkait menyusun dokumen yang sudah dipilih, nantinya persyaratan dokumen akan di arahkan ke penyedia yang sudah jadi pengantin,” kata Dian Patria, Kasatgas Pencegahan wilayah III KPK di sampaikan di Novotel, Kamis, Tanggal 18 Agustus Tahun 2019 lalu.

Dalam Isi materi yang disampaikan Dian Patria di ungkapkan, Jika penyedia ‘pengantinnya’ ada kekurangan dokumen penawaran, maka dimasukkan lagi melalui orang ketiga.

Kemudian, Penyedia ‘pengantin’ hanya memberikan dokumen dan user id kepada staff yang sudah ditugaskan oleh pimpinan di dinas-dinas terkait.

Semua proses dari mulai RAB, spek, Tenaga Teknis, dan lainnya dibuat dinas tersebut.

“Kemudian, tender sengaja dibuat gagal sampai dengan dua kali agar bisa penunjukan langsung pengantin yang sudah dipinang sebagai penyedia,” jelas Dian.(DIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top