Iklan
Modus

LBH Minta Kapolda Lampung Bertanggung Jawab Atas Kematian Zainudin

Direktur LBH Bandar Lampung Alian Setiadi/Net

BANDAR LAMPUNG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, mengecam tindakan yang dilakukan oleh oknum kepolisian pada proses penanganan dugaan pelaku tindak pidana, sehingga korban meninggal dunia. Hingga indikasi korban dianiya terlebih dahulu.

Pasalnya, sangat janggal korban dibawa saat masih hidup lalu dikabarkan meninggal dunia, tanpa proses penegakan hukum yang jelas, seperti surat penangkapan dan penahanan yang mana hal itu diatur dalam KUHAP dan peraturan Kapolri.

Menurut Direktur LBH Bandar Lampung Alian Setiadi SH, selain pelanggaran etik, semua tim yang terlibat pada saat penangkapan harus di adili untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas perbuatan yang menghilangkan nyawa seseorang.

“Melihat kasus dugaan korban adalah bandar narkoba, sepertinya ada yang ditutupi dalam penanganan perkara ini. Mengapa korban meninggal dunia, jika tidak meninggal seharusnya kasus itu bisa mengungkap sindikat narkoba yang lebih besar,” ujar Alian, di Kantor LBH, Jalan Amir Hamzah No. 35 Gotong Royong, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Sabtu (21/7).

Baca Juga:  Dipergoki Warga Bersama Wanita Bukan Istri, AKBP Legowo Hamijaya Tak Dikenakan Sanksi Pidana

Atas peristiwa itu LBH Bandar Lampung menuding ketidakmampuan kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.

“Kapolda harus bertanggung jawab atas peristiwa ini, telah terjadi pelanggaran HAM disana, Komnas HAM harus turun ke Lampung untuk melakukan investigasi semua kasus salah tangkap dan tembak mati yang ada di Lampung. Karena, selalu terjadi peristiwa tembak mati tanpa adanya proses peradilan (exstra judisial kiling),” tambah dia lagi

Alian juga menyayangkan, keluarga korban yang tidak berani mengungkap kasus itu

“Seharusnya keluarga berani mengungkap kasus. Ini bukan persoalan damai dan minta maaf atas peristiwa tersebut, ini wajib dijadikan koreksi semua pihak, baik kepolisian dan pemerintah daerah untuk memerangi narkoba dan membongkar sindikat narkoba yg ada di Lampung,” kata dia

Baca Juga:  Ungkap Kasus Perdagangan Satwa Liar, Polda Lampung Terima Penghargaan dari KLHK

‚ÄúPerdamaian dalam kasus penanganan proses hukum oleh aparat kepolisian tidak menggugurkan pidana-nya jika ada laporan polisi dan laporan tersebut tidak dicabut. Keluarga harus berani melaporkan ini agar jangan ada lagi yang mati karena kesalahan oknum kepolisian akibat tidak mampu membongkar kasusnya” terangnya lagi.

Sebelumnya, kasus kematian Zaenudin (40), warga Putra Aji II, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, mencuat ke publik.

Zainudin di jemput pada 10 Juli 2018 lalu oleh anggota dari unit Propam Polda Lampung. Selang satu hari kemudian keluarga mendapatkan informasi bahwa korban telah meninggal dunia dan berada di RS Bhayangkara Bandar Lampung.

Kuat dugaan korban dianianya sebelum tewas karena ditubuh korban didapati luka lebam dan saat dibawa oleh polisi dalam keadaan sehat dan bugar. Namun Kabid Propam Polda Lampung Kombespol Hendra Supriatna, menyangkal telah melakukan penganiayaan terhadap Zainudin.

Baca Juga:  Aktifis 98 Diskusi Kasus Andi Arief, Perlakuan Aparat Ancam Kebebasan Berpendapat

Dalam keterangan Hendra, Zainudin meninggal akibat sakaw lantaran over dosis mengkonsumsi narkoba.

Sementara itu Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistiyaningsih, meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus kematian Zainudin kepada pihak kepolisian.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top