Modus

LBH Bandar Lampung Minta Korban Kekerasan Seksual di Unila Melapor

Pelecehan seksual/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Peristiwa dugaan asusila yang menimpa DC mahasiswa FKIP Universitas Lampung (Unila) yang di lakukan oleh dosen pembimbing skripsi dengan inisial CA, sangat mencoreng dunia pendidikan Provinsi Lampung.

Untuk itu, LBH Bandar Lampung mengimbau kepada korban pelecehan agar jangan takut untuk melaporkan apa yang mereka alami. Selain itu, LBH Bandar Lampung siap untuk mendampingi permasalahan ini.

“Kami mengecam dugaan pelecehan seksual di dunia pendidikan, karena pelecehan seksual bagian dari kekerasan seksual yang merendahkan harkat dan martabat perempuan korban. Pelecehan seksual ditempat pendidikan dapat terjadi karena adanya relasi kuasa antara korban dan pelaku sehingga menempatkan dosen lebih tinggi dari pada mahasiswa,” kata Kadiv. Ekosob LBH Bandar Lampung, Chandra Bangkit Saputra, Jumat (27/4).

Baca Juga:  Siswi SMP Drop Out Gegara Dihamili Pensiunan PNS

Kata Chandra, pelecehan seksual dapat terjadi dimanapun, baik ditempat privat maupun publik. Serta dapat menimpa siapapun, baik dari kalangan kelas ekonomi, ras,jenis kelamin apapun.

“Kami meminta Unila dan penegak hukum melaksanakan sistem peradilan pidana terpadu bagi perempuan korban kekerasan yang cepat, transparan, adil serta berperspektif Hak Asasi Manusia (HAM) dan Gender. Artinya jangan sampai Unila menempatkan DC sebagai musuh bersama dan membela dosen atau pelaku pelecehan tersebut,” tegasnya.

Selain itu, LBH meminta Unila untuk bergerak cepat dan serius guna mencari solusi penegakan hukum pelecehan di dunia kampus dengan cara membentuk tim khusus dalam menyelesaikan kasus ini.

“Karena tidak menutup kemungkinan hal ini bukan terjadi di fakultas FKIP tetapi fakultas lain di Unila. Selain itu Pemerintah Lampung juga harus bergerak menyelamatkan dunia pendidikan dari predator pelaku kekerasan seksual pada perempuan di universitas lain,” tandasnya.(LS/DD)

Baca Juga:  Tawaran Pemkot ke Warga Pasar Griya Disebut Tak Kompromis

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top