Politik

Laporan Politik Uang Ditolak, Warga Pesawaran Sebut Panwas Tak Bernyali

Sejumlah warga Desa Cimanuk,Kecamatan Way Lima, Pesawaran. melaporkan indikasi politik uang yang dilakukan tim relawan pasangan calon (paslon) nomor urut 3, Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik) ke Panwaskab setempat beberapa waktu lalu/WA

PESAWARAN – Deva Ariyadi, menilai Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pesawaran, tidak memiliki keberanian untuk menuntaskan laporan politik uang dari warga.

Hal itu disebabkan karena panwaskab memberhentikan pemeriksaan atau penyelidikan atas dugaan kasus politik uang yang dilakukan oleh pendukung Paslon nomor urut 3 Arinal-Nunik yang terjadi di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, beberapa pekan yang lalu.

“Untuk apa saya melaporkan adanya dugaan politik uang yang terjadi di desa saya, kalau hasilnya tidak ada tindak lanjut dari pihak panwaskab,” jelasnya melalui sambungan telepon, Selasa (3/7).

Baca Juga:  Mappilu dan KPU Komitmen Wujudkan Pemilu Damai

Dirinya juga sangat menyayangkan, alasan yang dilontarkan oleh pihak panwaskab dengan mengatakan kurang bukti yang kuat untuk menjerat pendukung Paslon nomor urut 3 tersebut.

“Kurang bukti apalagi coba, amplop yang berisikan uang sudah kita kasih ke panwas, saksi sudah saya hadirkan dan semua memberikan keterangan kalau duit tersebut memang diberikan oleh Paslon nomor urut 3 Arinal-Nunik, agar masyarakat memilihnya pada Pilgub lalu,” sesal Deva.

“Kalau kinerja Panwaskab seperti ini masyarakat pasti tanda tanya besar, ada apa sebenernya,” timpalnya lagi.

Sebelumnya, Mutholib, Kordif Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwaskab Pesawaran, menjelaskan, panwas setempa memberhentikan kasus dugaan politik uang yang dilakukan oleh Suhaili dari Paslon nomor urut 3 Arinal-Nunik.

Baca Juga:  Sahabat Mustafa Dikabarkan Dukung Ridho Berbakti Jilid II

“Setelah kita melakukan klarifikasi ke terlapor ternyata Suhaili sudah tidak ada di rumah selama 4 hari, keterangan yang kita dapat dari istri terlapor kalau Suhaili sudah pergi ke Bengkulu untuk kerja,” jelasnya.

“Dan setelah kami melakukan rangkaian pemeriksaan, kami bersama Gakumdu yang teridiri dari pihak Polres Pesawaran dan Kejari, telah mengeluarkan pandangannya masing masing dan kami sudah memutuskan untuk masalah ini kami berhentikan karena tidak memenuhi unsur,” timpalnya.

Karena menurutnya, saksi yang mengatakan uang yang diberikan dari Paslon nomor urut 3 hanya satu orang dari tiga orang saksi yang diperiksa oleh Panwaskab.

“Setelah kita meminta bantuan dari ahli pidana dan ahli bahasa, semua itu tidak bisa di kenakan, karena dengan alasan tersebut kami memberhentikan masalah ini,” pungkasnya.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top