Ekonomi

Lampung Sentra Budidaya Kuda Laut Nasional

Budidaya Kuda Laut/Suluh/TS

PESAWARAN  – Selain terkenal dengan salah satu provinsi yang menghasilkan kopi terbaik, Lampung rupanya memiliki tempat pembudidayaan kuda laut terbesar se-Indonesia.

Berada di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) yang berada di Kabupaten Pesawaran, ribuan hewan kecil yang unik dan lucu dengan bermacam jenis di hasilkan dari budidaya yang di awasi langsung oleh Dirjen Perikanan Budi Daya Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.

Kuda laut adalah jenis ikan yang hidup di laut yang tergolong dalam famili syngnathidae, hewan kecil dengan ukuran antara 16 mm hingga 35 cm dengan nama latin hippocampus ini, ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia. Kuda laut juga merupakan satu-satunya spesies hewan yang jantannya dapat hamil.

Dengan bentuknya yang unik dan lucu, kuda laut juga menjadi salah satu spesies yang paling banyak diburu untuk sekedar dijadikan hiasan aquarium dan juga obat penambah stamina sehingga populasinya mulai terancam.

Baca Juga:  GATF Phase I Resmi Dibuka, Pjs Gubernur Minta Garuda Tambah Rute International

Berdasarkan data beberapa tahun terakhir, sebanyak 20 juta lebih kuda laut berbagai jenis telah ditangkap.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan  keindahan lautnya dan menjadi salah satu negara yang memiliki 9 jenis kuda laut dari 50 jenis yang tersebar di dunia, gencar melakukan restocking berbagai jenis ikan kecil diantaranya kuda laut.

Lewat program pembudidayaan yang diawasi langsung oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Provinsi Lampung dapat berbangga lantaran menjadi satu satunya tempat pembudidayaan kuda laut terbesar di Indonesia.

Berada di BBPBL yang berada di Pesawaran, ribuan hewan kecil yang unik dan lucu dengan bermacam jenis di hasilkan di tempat yang tak jauh dari Pantau Mutun.

Penanggung jawab labolatorium kuda laut BBPBL Lampung, Ali Hafiz Al Qodri, memberikan penjelasan tentang proses budidaya kuda laut, mulai dari pembuahan hingga melahirkan ribuan bibit kuda laut dari setiap pasang induknya.

Baca Juga:  Polda Benarkan 2 Warga Lampung Ditangkap Densus 88

“Ditempat ini hanya membudidayakan dua jenis kuda laut yakni kuda laut karang dan kuda laut rumput,” kata Ali, saat ditemui, Sabtu (14/12).

Budidaya Kuda Laut/Suluh/TS

Kata dia, membedakan kuda laut juga masih terbilang mudah yakni dengan cara melihat dari segi fisiknya saja.

Jenis kuda laut karang memiliki ciri fisik seperti hewan zebra ada dominasi hitam diselingi garis putih, sedangkan  jenis kuda laut rumpur berwarna lebih terang tanpa disertai pola garis. Kuda laut bisa dikatakan hewan yang unik, selain bentuk tubuhnya yang menarik hewan ini juga berperilaku tidak lazim layaknya hawan laut lainnya.

“Ketika proses pembuaan maka kuda laut jantan yang akan mengerami telurnya bukan kuda laut betina. Hewan kecil ini dikatakan langka karena proses budidayanya yang lumayan sulit, namun tidak mengeluakan biaya banyak,” jelas Ali.

Baca Juga:  Arbitrase Jadi Wadah Penyelesaian Perselihan Pelaku Bisnis

Hanya saja, penambahan kesabaran untuk mencapai kuda laut yang tumbuh mencapai 35 centimeter. Proses pembuahaan hingga menetas menjadi bibit kuda laut dari indukan memakan waktu mencapai 14 hari maka akan keluarlah anak kuda laut yang disebut juwana.

Kuda laut yang dibudidayakan di BBPBL murni sebagai upaya peneltian dan pelestarian, bahkan sering dilakukan penyebaran ke alam di wilayah Pulau Pahawang. Usia maksimal kuda laut hanya mencapai dua tahun dan sekali produksi bisa mencaai 150 hingga seribu ekor juwana.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top