Ekonomi

Lampung Pelopor Bank Wakaf Pertama di Sumatera

Ist

BANDARLAMPUNG – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Indra Krisna mengatakan, pihaknya menargetkan Lampung menjadi pelopor Bank Wakaf pertama di Sumatera. Hal itu dikatannya usai beraudiensi dengan Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno, Selasa (27/2) di Ruang Kerja Gubernur.

Program Bank Wakaf ini akan dimulai dari lingkungan pesantren. Pesantren yang dijadikan pilot project adalah Pesantren Miftahul Ulum dan Pesantren Al- Hikmah di Kabupaten Pesawaran.

Indra menjelaskan, Bank Wakaf didirikan dengan tujuan untuk mempermudah akses keuangan masyarakat di tingkat bawah, sehingga dapat memberikan pinjaman pada masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di daerah pelosok.

Langkah tersebut, merupakan salah satu upaya OJK menurunkan tingkat ketimpangan ekonomi dan kemiskinan melalui penyediaan akses keuangan dan pemberian pendampingan usaha bagi masyarakat dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga:  Wali Murid Keluhkan Iuran Ujian di SMPN 3 Dan SMPN 2 Tulangbawang Barat

Meski begitu, tidak semua pesantren akan mendapatkan pendirian Bank Wakaf. Pasalnya, terdapat beberapa prosedur penilaian yang harus dipenuhi.

“Pesantren tersebut harus sudah memiliki aktifitas keuangan. Selain itu, pesantren juga harus komit untuk membantu masyarakat di lingkungannya, sehingga tidak hanya ada unsur pembiayaan namun juga pemberdayaan untuk masyarakat sekitar,” ujarnya.

Terkait dengan sumber pendanaan Bank Wakaf sendiri berasal dari Lembaga Amil Zakat Skala Nasional (Laznas) dengan nilai lebih dari Rp4 milyar. Nantinya, Bank Wakaf akan memberi pembiayaan kepada masyarakat di tingkat mikro namun tanpa bunga.

“Bank Wakaf bukan bank. Secara umum, memberikan pembiayaan kepada masyarakat, dengan nol persen bunga atau tanpa bagi hasil. Yang ada hanya biaya adminstrasi sebesar 3 persen,” jelas Indra.

Baca Juga:  Jadi Penyumbang Kopi Nasional, Nilai Tawar Biji Kopi Masih Rendah

Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno menyatakan mendukung upaya OJK dalam meningkatkan dan membangun perekonomian Lampung. Ia meminta agar percepatan akses keuangan daerah terus ditingkatkan dengan membangun sinergi dan koordinasi yang baik antara OJK, Pemprov Lampung dan stakeholder terkait.

“Terus tingkatkan sinergi dan koordinasi yang baik, terutama kegiatan yang menyangkut  penyediaan modal dan  kredit bagi pengusaha kecil dan menegah,“ ujar Didik.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Budiharto Setyawan menambahkan, saat ini perkembangan pertumbungan ekonomi di Provinsi Lampung terus menunjukan tren positif.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung hingga hingga akhir 2017 berjalan dengan baik diatas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 persen,” pungkasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top