Iklan
Ekonomi

Lampung di Target Serap Gabah 100 ribu Ton

 

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Agung Hendriadi (kemeja putih), saat berkunjung ke TTI Daging yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari Bandar Lampung/HI

BANDAR LAMPUNG –  Pemerintah pusat melalui Badan Ketahanan Pangan terus berupaya meningkatkan produksi beras di tingkat daerah penghasil pangan pokok masyarakat tersebut salah satunya di Lampung.

Oleh karena itu menjelang musim panen ini, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung mengadakan pertemuan dengan instansi terkait, untuk menjalankan program pemerintah guna meningkatkan produksi dan kualitas gabah para petani.

Dalam rapat yang diadakan di kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung tersebut, turut dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan pusat, Agung Hendriadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, Kepala Bulog Divre Lampung, M Atarr rizal, serta stake holder terkait.

Kepala Badan Ketahanan pangan pusat, Agung Hendriadi mengatakan, Lampung mulai memasuki musim panen April, Mei, Juni ini, tentu harus dipikirkan bagaimana daerah ini bisa mempunyai cadangan beras pemerintah.

Dinas Ketahanan pangan juga sudah berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan pengelolaan cadangan beras pemerintah untuk mengambil gabah maupun beras dari petani, sesuai dengan peraturan inpres 5 tahun 2015.

Ditargetkan dalam setahun, saat ini sampai dengan bulan Juni Lampung dapat menghasilkan beras sebanyak 100 ribu ton.

Baca Juga:  Umitra Gelar Penggalangan Dana Sulteng di Acara Wisuda

Target tersebut sangat kecil, melihat produksi beras di Lampung 2,5 juta ton satu tahun. Hari ini sudah mencapai 15 ribu ton, masih diperlukan kerja keras. Setiap hari daerah ini mampu menyerap 1000 ton perhari saat musim panen, sehingga target bisa tecapai 80-100 persen.

“Saya datang kesini untuk bagaimana mengkoordinasikan dengan dinas terkait, seperti dinas pangan, bilulog divre Lampung, danrem, dandim, perpadi, balai pengkajian pertanian, dan alhamdulilah semua siap bekerjasama untuk mencapai target yang diinginkan,

” ujarnya saat ditemui usai rapat terkait serapan gabah petani (Sergap), Jumat (20/4).

 

TTI Strategi Jaga Stabilitas Harga Pangan

Usai mengadakan rapat, Kepala Badan Ketahanan pangan, Agung Hendriadi melakukan kunjungan ke Toko Tani Indonesia (TTI) Daging yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari Bandatlampung.

Dalam kunjungannya ia mengatakan, untuk memberikan kebutuhan pangan yang murah, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga memiliki program yaitu Toko Tani Indonesia.

Tujuan dibentuknya TTI ialah untuk menyediakan pangan murah berkualitas bagi masyarakat. Tidak hanya menghadapai hari besar seperti Romadhon dan Idul Fitri, tapi harga tetap murah sepanjang tahun.

Baca Juga:  40 Ribu Koperasi Dibubarkan, 2 Ribu Ada di Lampung

Di Lampung sudah berdiri  40 TTI yang menjual beras dan kebuyuhan pangan lainnya dengan harga murah untuk masyarakat, dan tahun ini akan dibentuk lahi sebanyak 70 lagi. Dalam jumlah tersebut Ada juga TTI daging.

Selama ini kebutuhan pangan tersebut masih tergolong mahal. Oleh karenanya TTI daging menyediakan daging beku yang harganya sangat murah yaitu rata-rata hanya dijual Rp75 ribu rupiah perkilogram.

Tujuan TTI daging didirikan sesuai arahan presiden untuk menyediakan daging yang harganya terjangkau oleh masyarakat kecil atau ekonomi menengah.

“TTI daging menjual daging sangat murah, tujuannya agar semua masyarakat bisa menikmatinya” tambahnya.

Agung menambahkan, TTI daging mennyediakan daging sapi beku, kerbau, jeroan. Perlu diketahui daging beku lebih aman dikonsumsi karena bakteri didalamnya sudah mati semua.

Sampai saat ini Kementerian Pertanian terus menambah gerai TTI Daging, bagi masyarakat yang ingin membuka dipersilahkan.

Adapun caranya yaitu mengajukan permohonan ke kementerian pertanian, dan itu tidak dipungut biaya, yang dibutuhkan hanya memiliki tempat usaha untuk mendirikannya.

Adanya TTI ini bisa menekan kenaikan harga saat hari besar keagamaan seperti ramadhan dan hari besar lainnya. Hal itu terlihat sejak tahun 2017 lalu, gejolak harga kebutuhan pangan masyarakat tidak ada yang melambung tinggi.

Baca Juga:  Produktivitas Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Lampung Masih Lebih Baik Dari Nasional

Salah satu strateginya menekan harga ialah Kementerian Pertanian (Kementan) Mengaktifkan TTI yang menyediakan harga pangan yang cukup murah, kemudian mengajak suplier, gapoktan berkomitmen untuk menjual produk kepasar  tanpa menaikkan harga.

Kementan juga meminta para suplier untuk menambah Produksi hingga 20 persen, untuk menjaga stok agar tidak langka. Kemudian pasar murah, semua itu untuk menjaga kestabilan harga pangan dimasyarakat.

Perlu diketahui, usai rapat dan kunjungan ke TTI daging, Kepala Badan Ketahanan pangan, Agung Hendriadi bersama dengan Dinas ketahanan pangan provinsi lampung meninjau lokasi penggilingan padi di Kabupaten Pringsewu.

Hal itu dilakukan untuk melihat langsung  seberapa jauh komitmen dan kemampuan para petani dalam menyuplai beras ke pemerintah.

Untuk mendukung peningkatan produksi beras, Kementan telah banyak memberikan bantuan kepada para petani di Lampung berupa subsidi pupuk, benih, dan alat mesin pertanian gratis.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top