Politik

Lampung Darurat Politik Uang Jadi Acuan Mahkamah Konstitusi

Aksi massa menolak politik uang pada Pilgub Lampung 2018/Net

BANDAR LAMPUNG – Akademisi hukum Universitas Lampung (Unila) Yusdianto, berharap Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki pendapat sendiri untuk meneruskan gugatan dari tim kuasa hukum pasangan calon nomor urut 1 dan 2, atas dugaan politik uang di pilgub 27 Juni 2018 lalu.

“Kita mau MK meneruskan gugatan itu, meski adanya Pasal 158 UU No 8/2015, tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota (UU pilkada) terkait syarat selisih suara minimal dibawah dua persen sebagai syarat menggugat hasil pilkada,” kata Yusdianto, Senin (6/7).

Alasannya, agar MK dapat mempertimbangkan gugatan tersebut melihat adanya persoalan dugaan politik uang di Lampung yang dilakukan oleh pasangan urut nomor urut tiga Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim, di ajang pesta demokrasi  lima tahunan tingkat provinsi tersebut.

Baca Juga:  Penyiar TVRI Moderatori  Debat Kandidat Pilgub Lampung

“Pertimbangan dengan mengeluarkan pendapat berbeda itu dengan melihat bukti dari penggugat atas dugaan politik uang yang kabarnya terjadi secara Terstuktur, Sistematis dan Massif (TSM),” ungkapnya.

Selain itu, pilgub 27 Juni lalu merupakan cerminan ajang demokrasi Lampung kedepan dalam rangka menyambut pileg dan pilpres 2019 mendatang, mengingat Bumi Ruwa Jurai dikabarkan menjadi  salah satu daerah darurat politik uang.

“Kalau tidak ada keputusan dari MK maupun Bawaslu RI, maka dikhawatirkan pileg dan pilpres juga akan diwarnai dugaan politik uang. Lalu, dimanakah arti demokrasi yang sesungguhnya,”tegasnya.

Oleh karena itu, ia berharap, MK dapat meneruskan dan mengambil keputusan berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan oleh tim kuasa hukum paslon nomor urut satu dan dua terkait dugaan politik uang dari paslon nomor urut tiga Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim di pilgub 27 Juni 2018 lalu.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top