Panggung

Lampung Butuh Pantauan CCTV

Kamera pengintai (CCTV)/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Belakangan keresahan masyarakat meningkat terhadap berbagai peristiwa kejahatan. Hampir setiap hari media massa memuat berita kejahatan.

Penangkapan pelaku kejahatan jalanan (street crime) oleh aparat sebenarnya juga tak henti-hentinya sebagai pertanda adanya peristiwa kejahatan. Ada yang ditembak kakinya bahkan tak sedikit yang langsung ditembak hingga tewas di tempat.

Kondisi ini mau tak mau membuat situasi kurang tenteram. Masyarakat dibayang-bayangi situasi yang tidak nyaman di sepanjang jalan menuju tempat bekerja, sekolah, pasar dan lainnya. Ada rasa takut, karena siapa pun bisa saja menjadi korban. Informasi upaya aparat penegak hukum memerangi kejahatan belum diterima sebagai bentuk yang membuat ketentraman masyarakat.

Para ahli yang mempelajari pola-pola pelaku kejahatan menyebutkan bahwa kejahatan itu merupakan kondisi normal dalam masyarakat. Justru dalam masyarakat yang nihil kejahatan dianggap kurang normal.Tapi tentu saja bukan perbuatan jahat yang dianggap normal, melainkan situasinya.

Baca Juga:  Ketua Hipmi Purworejo, dari Kredit Alat Rumah Tangga Hingga Pengusaha Sukses

Pada dasarnya setiap situasi dipengaruhi oleh keadaan umum masyarakat. Data kejahatan yang meningkat akhir-akhir ini tidak lepas dari situasi masyarakat secara umum. Keadaan kita saat ini memang menentukan demikian sehingga grafik kejahatan terasa menanjak.

Kalau mau jujur, sebenarnya bukan tingkat kejahatan riil di masyarakat yang naik, tetapi aksi aparat yang semakin meningkat. Hal ini merupakan upaya mewujudkan keamanan masyarakat menjelang kegiatan besar tersebut.

Tentu semua berharap, suatu saat nanti situasi demikian dilakukan secara rutin, sehinggga situasi keamanan akan terwujud.

Adanya aparat di setiap sudut akan menentramkan. Calon pelaku kejahatan pun akan memikirkan keselamatan dirinya sebelum beraksi.

Kurangnya jumlah aparat selalu menjadi alasan sehingga perlu dicari ‘jurus’ untuk mencari cara terbaik. Di Jakarta, sudah mulai memantau penjahat dengan CCTV sekaligus memantau arus lalu lintas.

Baca Juga:  Milad ke-11, Majelis Taklim Rachmat Hidayat Bakal Gelar Berbagai Kegiatan

Ternyata menerapkan sistem pengamanan yang canggih, yang benar-benar bisa mewakili. Aparat negara serumpun itu memasang CCTV yang sangat banyak sebagai pengawas di jalanan.

Dengan CCTV, pelanggar di jalan (tol) akan langsung ditangkap saat hendak keluar dari gerbang. Begitu juga di jalanan, petugas berwenang tak lagi harus beradu otot untuk membuktikan.

Tentu saja ini tidak hanya bisa menjadi sarana antisipasi pelanggaran di jalan yang efektif, tetapi juga aksi kejahatan di mana saja.

Bukankah hal ini sudah sering jadi panduan petugas? Yaitu setiap kali ada peristiwa kejahatan, yang dicari pertama adalah CCTV. Karenanya, sudah waktunya pemerintah menuntaskan hal-hal yang bisa dilakukan secara paripurna. Bukan karena kurangnya aparat atau anggaran, rakyat dibiarkan setiap saat ketakutan. Menciptakan pengamanan yang paripurna dengan cara terbaik akan lebih realistis.

Baca Juga:  Mengenal Keunikan Komunitas Keroncong Congculy

Di Lampung, khususnya din titik rawan kejahatan sebaiknya dipasang CCTV. Dengan begitu arus lalu-lintas dan kejahatan jalanan kian terpantau sehingga pelakunya pun makin mudah dicicuk. Hal itu juga sekaligus menentramkan madsayarakat.

CCTV jga berlaku dalam berbagai pertandingan.  Misalnya wasit piala dunia, memanfaatkan jasa CCTV yang disebut VAR untuk mengawasi 22 pemain di lapangan.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top