Ekonomi

Lampung 10 Besar Produsen Daging Sapi 2018-2019, Ingat Daging Ingat Mas Joe

Joko Supriyanto, pemilik dari Rumah Daging Mas Joe, Jl Sisingamangaraja Nomor 36 (samping Gang Pemancar 2), Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung. Foto: dokpri

BANDAR LAMPUNG — Berturut-turut, Lampung berada di urutan kesembilan dari 10 provinsi produsen daging sapi terbesar di Indonesia. 2018 dan 2019.

Klaim Lampung ini salah satu lumbung daging sapi terbesar di Indonesia, dan surplus daging sapi setiap tahunnya, terbukti. Ini jadi catudaya penting guna mencapai target swasembada daging sapi/kerbau pada 2026 mendatang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2018 produksi daging sapi di Lampung sebanyak 13.332 ton, naik tipis pada 2019 sebanyak 13.679 ton.

Sementara sisi konsumsi, kabar baik Kementerian Perdagangan, kendati ekonomi sulit ulah pandemi tahun ini, pergeseran tren permintaan khusus daging sapi lokal justru ditandai lebih tingginya volume pemotongan daging sapi era Ramadan dan Lebaran 2020 dibanding momen sama 2019.

Boleh jadi, ini masih sesuai dengan penjelasan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas (saat itu) Bambang PS Brodjonegoro pada 9 Januari 2018.

Bahwa, sejak 2016 daging sapi mulai menjadi kebutuhan utama masyarakat perkotaan, urutan ketiga di perkotaan pada 2017 penyumbang terhadap garis kemiskinan sebesar 4,98 persen.

Disebutkan, daging sapi menggeser telur ayam yang 2016 tempati posisi ketiga. Begitu pula daging ayam dan mi instan ikut jatuh satu peringkat usai adanya konsumsi daging sapi.

Mengutip keterangan Bambang, kini Menristek/Kepala BRIN, peningkatan kesadaran konsumsi makanan bergizi –salah satu pilihannya daging sapi ini, seiring sejalan dengan andil perbaikan tingkat pendapatan masyarakat.

“Masyarakat mulai belanjakan uangnya untuk daging sapi. Ini bagus. Daging sapi bukan lagi luxury goods (barang mewah) tapi jadi kebutuhan sumber protein lebih dari telur dan daging ayam,” kata dia saat itu, diakses dan disitat dari laman e-dagang Sapibagus.

Baca Juga:  Warga Segala Mider Dikejutkan Penemuan Mayat Bayi Dialiran Sungai

Olah data, jika 2012 konsumsi daging sapi di Indonesia 1,87 kilogram (kg) perkapita per tahun, naik menjadi 2,2 kg pada 2015, dan meskipun masih dibawah rata-rata ASEAN, pada 2019 naik jadi 2,6 kg perkapita pertahun.

Dan, bagi warga Lampung khususnya Bandarlampung dan sekitarnya, dari sekian banyak, salah satu yang bisa dipertimbangkan jadi bagian solusi tetek bengek kebutuhan konsumsi daging sapi rumah tangga anda.

Rumah Daging Mas Joe, yang berada di Jl Sisingamangaraja Nomor 36 (samping Gang Pemancar 2), Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Menurut Joko Supriyanto, sang pemilik sekaligus pengelola, Rumah Daging Mas Joe ini baru grand opening atau berdiri pada 25 September 2020 lalu.

Dia bercerita, sebelumnya dari tahun 2013, usaha rintisannya sudah merintis arisan daging dan menerima orderan orang hajatan via WA (WhatsApp, red).

Dihubungi lewat pesan singkat, Senin (23/11/2020) petang, Joko ramah menjelaskan, Rumah Daging Mas Joe dihadirkan untuk memudahkan warga konsumen mendapatkan daging sapi segar yang dijamin higienis, dan halal.

Harga yang ditawarkan pun kompetitif. Bikin pembelinya jadi pelanggan loyal.
“Kami menjual dan menerima pesanan. Harga saat ini Rp 120 ribu per kilo. Ada total 12 item harga, dari daging giling, babat, sampai tulang iga,” kata Joko.

Sadar promosi, dia merinci, untuk per kg daging jika order sebanyak 25-49 kg harganya dihitung Rp 117.500 per kg, 50-74 kg harganya Rp 115 ribu/kg. Untuk 75 kg ke atas harganya Rp 112.500 per kg.

Baca Juga:  PT Sulocto Jaya Abadi dan BKP Kelas I Eskpor Kopi Biji asal Lampung ke Algeria

Lalu, daging sop dibanderol Rp 100 ribu/kg. Daging giling kasar maupun halus Rp 130 ribu/kg. Daging giling untuk bakso Rp 160 ribu/kg juga ada.

Otak sapi Rp 30 ribu per satuan. Harga sama per kilonya untuk babat. “Kikil Rp 35 ribu per kilo,” sebut Joko.

“Hati, paru, tulang iga, masing-masing Rp 70 ribu per kilo. Buntut Rp 80 ribu, jantung dan lidah Rp 90 ribu per kilo. Kalau kaki sapi, satu set empat kaki harga Rp 300 ribu. Kaki satu set yang udah dibersihin Rp 400 ribu,” terusnya.

Punya sesuatu yang menarik, ada? “Ya, paket harga khusus buat pedagang bakso dan pesanan untuk hajatan. Terus, kami gratiskan ongkos kirim tiap pembelian daging diatas dua kilo. Sementara khusus Bandarlampung,” ungkap Joko.

Di Mas Joe juga sedia bakso daging sapi siap saji. Kocek Rp 15 ribu dapat semangkok porsi bakso rasa Soni. “Bakso Wuenak Rp 12 ribu seporsi,” Joko yummy. Bisa pesan antar juga.

Pada bagian lain dia mengungkapkan, untuk stok daging segar, sejauh ini dia mengupayakan pengadaannya masih bekerja sama dengan rumah potong.

“Sementara kita masih kerja sama dengan RPH (rumah potong hewan). Belum motong sendiri. Tapi ada keinginan kesana. Terkait stok Insya Allah masih bisa memenuhi kebutuhan konsumen,” dia meyakinkan.

Rumah Daging Mas Joe pun membuka arisan daging bagi warga kota khusus untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri
1442 Hijriah tahun depan.

Baca Juga:  Bank Lampung Sosialisasi KUM Berjaya di Pemkab Pesawaran

“Kabar gembira. Arisan daging bulanan untuk Lebaran ini selama enam bulan dimulai bulan Desember 2020 hingga Mei 2021,” warta Joko.

Merinci lagi, paket pilihan arisan yang Joko tawarkan (per bulan), yakni paket bulanan Rp 25-75 ribu. Meliputi, daging 2 kg Rp 50 ribu, iga 2 kg Rp 25 ribu, daging 2 kg plus iga 2 kg Rp 75 ribu, Bakso Wuenak dan Bakso Soni masing-masing 5 bungkus Rp 50 ribu.

Paket Rp 75-100 ribu. Meliputi, daging 3 kg Rp 75 ribu, daging 3 kg plus iga 2 kg Rp 100 ribu. Paket Rp100-125 ribu. Meliputi, daging 4 kg Rp 100 ribu, dan daging 4 kg plus iga 2 kg Rp 125 ribu.

Paket Rp 125-150 ribu. Meliputi daging 5 kg Rp 125 ribu, daging 5 kg plus iga 2 kg Rp 150 ribu. “Terakhir, paket Rp 250-275 ribu. Ini daging 10 kg Rp 250 ribu, plus iga 2 kg Rp 275 ribu,” ujarnya.

Imbuh Joko, pembayarannya tiap awal bulan. “Bisa saya ambil langsung, atau transfer rekening bank saya. Monggo,” terangnya, menerakan dua WhatsApp, 081368083322 dan 0896626252.

“Inget Bakso, Inget Mas Joe. Inget Daging, di Mas Joe aja,” pungkas dia. Wah, boleh juga nih. [SUL/Muzzamil]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top