Daerah

Lambar Siap jadi Percontohan Pengembangan Kemitraan Konservasi

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, audiensi bersama Direktur Jenderal KSDAE di Ruang Kerja Dirjen KSDAE Gedung Manggala Wanabakti/FB

LAMPUNG BARAT – Guna meningkatkan pengembangan kawasan hutan, Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus, melakukan audiensi bersama Direktur Jenderal KSDAE di Ruang Kerja Dirjen KSDAE Gedung Manggala Wanabakti, Jumat (28/6).

Bupati Parosil mengatakan, luas kawasan hutan di Kabupaten Lambar lebih dari 50% dari luas wilayah administrasi, dimana sekitar 48 desa yang berbatasan langsung dengan TNBBS di Lambar seluas 87.813 Hektare (Ha).

Lambar juga memiliki potensi ekowisata di TNBBS berupa Danau  Suoh (danau bekas letusan).

Pada danau tersebut juga terdapat potensi air panas (belerang) dengan akses yang mudah. PNBP yang dihasilkan dari tiket masuk kawasan cukup tinggi.

Baca Juga:  Lampung Barat Waspadai Investasi Bodong

Pada zona rehabilitasi TNBBS terdapat aktifitas penelitian geothermal oleh perusahaan Star Energy, “Pemkab Lambar berharap potensi panas bumi tersebut diakomodir kedalam zona pemanfaatan,” harap Parosil.

Ia juga menyampaikan, Dirjen KSDAE dengan Pemkab Lambar, telah sepakat Lambar dijadikan sebagai percontohan pengembangan kemitraan konservasi di Provinsi Lampung.

Dan Dirjen KSDAE juga meminta kepada Kepala BBTNBB, untuk mengusulkan perubahan zonasi pada daerah yang ada potensi panas bumi dan kemitraan konservasi, tanpa menunggu pembahasan status TRHS TNBBS.(FB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top