Modus

Lahan Sengketa jadi Dalih Terdakwa Korupsi Lampung Barat

Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi APBD Kabupaten Lampung Barat tahun anggaran 2016/NUS

Suluh.co – Empat orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi APBD Kabupaten Lampung Barat tahun anggaran 2016, yang digelar pada Jumat (5/2) kemarin, di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang.

Empat saksi merupakan pejabat yang masuk ke dalam struktur dewan pengawas PD Pesagi Mandiri Perkasa, yang diketahui merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang dipimpin oleh kedua terdakwa dalam perkara ini.

Di hadapan majelis hakim, ke-empat dewan pengawas ini dicecar pertanyaan terkait tupoksinya, dalam pengawasan terhadap penggunaan anggaran PD Pesagi Mandiri Perkasa, yang dilakukan oleh para direksinya.

Baca Juga:  Sidang Korupsi RSUD Pesawaran, Terungkap Jual Beli Proyek Pemberian Kerabat Bupati

Di dalam hal ini terdakwa GP dan DS selaku direktur kedapatan telah mengalihkan anggaran yang diperuntukkan sebagai biaya pembangunan SPBU yang kemudian menjadi usaha lain, lantaran keduanya merasa POM bensin tidak akan bisa dibangun pada lahan sengketa di Sekincau.

Alasan terkait gagalnya pembangunan yang dikarenakan adanya sengketa pada lahan tersebut,  dibenarkan oleh para saksi di persidangan ini.

Namun pada kenyataannya, sebagai dewan pengawas ke-empatnya tidak pernah menyampaikan laporan tersebut ke bupati,m untuk mengambil tindakan lanjutan agar pemindahan tempat pembangunan SPBU segera dilaksanakan.

Tarmizi dan Irwan Aprianto, tim kuasa hukum DS, mengatakan, bahwa sengketa tanah Sekincau sudah digugat sejak tahun 2015.

Baca Juga:  Penghinaan Melalui Medsos di Tanggamus Berakhir Damai

“Pada prosesnya, anggaran itu kan untuk SPBU, sementara tanahnya sedang dalam sengketa yang akhirnya dimenangkan oleh masyarakat. Kan gak mungkin kalau kita membangun SPBU di tanah milik sengketa yang bukan milik pemda lagi. Kami harap majelis hakim bisa menilai,” kata Irwan.

Sementara sidang lanjutan perkara ini akan dilanjutkan pada Senin (15/2) pekan depan, dengan agenda sidang yang masih akan mendengarkan keterangan saksi.

 

Reporter : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top