Iklan
Daerah

Lahan Lada di Waykanan Kritis

Petani lada/Ist

BLAMBANGANUMPU – Provinsi Lampung selama ini dikenal sebagai daerah penghasil lada dan menjadi penyumbang produksi lada nasional. Waykanan disebut menjadi penghasil lada dan penyumbang lada terbesar di Lampung dengan area tanam seluas 3.872 hektare dengan hasil 413 ton.

Namun sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, kualitas tanaman lada terus mengalami penurunan. Utamanya disebabkan oleh penurunan kualitas kesuburan lahan sehingga berimbas pada tingkat produktivitas hasil panen juga kualitas produk.

“Dari segi kualitas, lahan kita sudah mengalami degradasi yang luar biasa dari sisi kesuburannya karena akibat dari pemakaian pupuk non organik,” kata Kabid Pengembangan Usaha Dinas Perkebunan Waykanan, Rohim.

Ia mengatakan, dalam upaya mewujudkan peningkatan hasil produksi perkebunan tidak terlepas dari berbagai macam masalah yang dihadapi, salah satunya yaitu penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan.

Baca Juga:  Ribuan Warga Lambar Meriahkan Jalan Sehat Milenial PLB

“Saat ini banyak sekali petani yang menggunakan bahan kimia untuk pemupukannya. Mereka berpikir dengan pupuk kimia hasilnya  akan tinggi, akan tetapi dari waktu ke waktu bukannya meningkat malah semakin menurun hasil produksinya,” kata dia.

Agar tanaman lada bisa tumbuh dan berproduksi secara baik, sangat membutuhkan unsur hara yang relatif banyak. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan penggunaan pupuk dan pestisida organik yang ramah lingkungan namun tetap dapat berproduksi secara optimal.

Tersedianya sarana produksi berupa pupuk dan pestisida organik bagi petani kebun sangat membantu perbaikan kondisi lahan dalam meningkatkan hasil produksi.

“Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan mencegah degradasi lahan,” ujarnya.

Untuk itu, melalui kegiatan bimbingan pengembangan pemberdayaan kelembagaan petani lada  diharapkan dapat menambah wawasan petani lada. Diharapkan, petani lada bisa mengembangkan kualitas tanaman lada dan meningkatkan hasil panen.

Baca Juga:  Peringati Maulid Nabi, ASN Pesisir Barat Diminta Terapkan Keteladanan Hidup

“Dengan pelatihan ini kelompok tani bisa mengambil pembelajarannya, bahwa penggunaan pupuk non organik tidak bisa digunakan dan dapat merusak kesuburan tanah dan pohon lada tersebut,” ujar Rohim.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan, Bani Aras menambahkan, bimbingan terhadap petani lada sangat penting dilakukan untuk kelangsungan dan pengembangan produksi lada di Waykanan, agar bisa meningkat hasil panennya serta harga jual tambah meningkat.

Bani menjelaskan, Lampung terkenal penghasil utama lada yang mempunyai peranan penting dalam perdagangan lada nasional. Namun sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir terjadi pengurangan lahan area lada yang di akibatkan faktor kekeringan, serangan penyakit busuk pangkal batang, hama penggerak batang dan buah dan konversi areal lada.

Baca Juga:  Awak Media di Way Kanan Galang Dana Korban Palu dan Donggala

“Dengan bimbingan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani lada, agar produksi tahun selanjutnya bisa meningkatkan. Dengan begitu pendapatan petani lada juga meningkat, dan menambah wawasan manejemen pengelolaan dan pasaran hasil perkebunan lada jauh berkualitas,” katanya.(LS/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top