Daerah

Kunjungi Dewan Pers Wartawan Purworejo Diminta Ikuti Aturan

Anggota Dewan Pers dari unsur wartawan saat menerima kunjungan puluhan wartawan Purworejo di Kantor Dewan Pers, Jakarta/MAS

JAKARTA – Keberadaan wartawan yang telah teruji kompetensinya tidak hanya membuat produk jurnalistiknya bermutu, namun juga akan berdampak baik kepada perusahaan pers serta pemerintah daerah setempat.

Untuk itu, Dewan Pers mendorong agar wartawan yang bertugas di lingkungan Pemkab Purworejo untuk mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) ke sejumlah lembaga yang telah ditunjuk oleh Dewan Pers untuk menyelenggarakan UKW.

Hal itu dikemukakan Jamalul Insan, anggota Dewan Pers dari unsur wartawan saat menerima kunjungan puluhan wartawan Purworejo di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Kamis (17/10) kemarin.

Kunjungan audiensi tersebut difasilitasi oleh Bagian Humas dan Protokol Setda Purworejo dalam rangka meningkatkan kapasitas wartawan di Purworejo.

Baca Juga:  Pasca Pelantikan, Dion Agasi Segera Paripurnakan Tatib DPRD Purworejo  

Lebih lanjut dikatakannya, kartu pers atau kartu wartawan yang resmi adalah kartu keanggotaan yang dikeluarkan oleh lembaga tempat media berhimpun yakni PWI, AJI atau IJTI sebagai tanda yang bersangkutan telah lolos uji kompetensi sebagai wartawan profesional yang memiliki kegiatan jurnalistik serta bekerja di perusahaan yang berbadan hukum dan terverifikasi dewan pers.

Menurutnya, peraturan tersebut bukan dalam rangka membatasi kerja-kerja jurnalistik. Namun kebebasan pers juga dibutuhkan aturan-aturan agar kerja wartawan semakin baik dan tidak melanggar aturan yang bisa menjerat dalam hukuman.

Tidak mudah disalahgunakan misalnya oleh LSM yang mengaku-ngaku wartawan dengan menunjukkan kartu pers atau oknum yang tidak bertanggungjawab lainnya. Karena profesi wartawan ini sangat diminati lantaran disegani oleh banyak orang termasuk memudahkan akses kepada pejabat.

Baca Juga:  Bupati Lampung Timur Buka Festival Tani Makmur

“Uji kompetensi ini sangat perlu. Terlebih di era merebaknya media online saat ini sangat mudah orang ngaku-ngaku menjadi wartawan hanya bermodalkan beli domain website Rp500 ribu serta mencetak kartu pers sendiri,” kata Jamal.

Kata dia, dulu para pendahulu mendirikan perusahaan pers dengan berdarah-darah untuk kepentingan publik. Sementara hari ini ada lebih 40.000 media online di Indonesia, dan yang terverifikasi Dewan Pers baru ratusan.

“Maka selain uji kompetesi wartawan, kami juga melakukan verifikasi media agar kerja jurnalistik ini betul-betul untuk kepentingan publik,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Purworejo, Anas Naryadi mengatakan, kegiatan kunjungan kerja ke Dewan Pers juga ke sejumlah tempat lainnya tersebut digelar dalam rangka membangun harmoni antara pemkab dengan rekan-rekan wartawan yang bertugas di lingkungan Pemkab Purworejo.

Baca Juga:   Lestarikan Budaya Lampung, Lambar Gelar Lomba Berbalas Pantun

“Kami mohon arahan-arahan dari Dewan Pers terkait aktivitas jurnalistik yang ada di Kabupaten Purworejo agar kedepan kemitraan antara Pemkab Purworejo dengan perusahaan pers maupun wartawan dapat lebih baik lagi,” katanya.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top