Modus

KPU Tanggamus di Kepung Massa

TANGGAMUS – Jajaran Polres Tanggamus kerahkan puluhan pengendali massa (dalmas), satu kompi negosiator, satu unit mobil watter cannon serta satu kompi pengurai massa (Raimas), untuk mengurai massa yang semakin beringas, di depan Kantor Komisi pemilihan umum (KPU) Tanggamus, Rabu (28/3).

Hal itu, lantaran ketidakpuasaan atas hasil penghitungan suara di KPU Tanggamus yang dianggap tidak transparan.

Orasi massa berjumlah sekitar 30 orang tersebut awalnya berjalan dengan tertib. Akan tetapi suasana semakin mencekam lantaran koordinator massa ingin menemui ketua KPU Tanggamus, untuk menyampaikan perihal ketidakpuasan hasil penghitungan suara.

Menurut massa, banyak warga di intimidasi serta permainan money politik oleh salah satu tim sukses dari pasangan bupati dan wakil bupati.

Kapolsek Kota Agung AKP Syarif Lubis, selaku penanggung jawab, mencoba untuk melakukan negoisasi kepada koordinator massa. Setelah kurang lebih 30 menit melakukan negoisasi, tidak menghasilkan kesepakatan yang diinginkan.

Pengunjuk rasa  tetap memaksa untuk menemui Ketua KPU Tanggamus dan akan mengancam untuk mendatangkan massa yang lebih banyak lagi.

Sesaat itu juga korlap pengunjuk rasa memerintahkan dua perwakilan anggotanya untuk mendatangkan jumlah massa lebih banyak lagi, dengan diperintahkannya dua perwakilan tersebut, anggota intel Polsek dan Polres Tanggamus melakukan penyelidikan, tentang rencana akan didatangkannya jumlah pengunjuk rasa lebih banyak,lagi.

Situasi dan kondisi pengunjuk rasa saat itu ber-exskalasi rawan, Kapolsek Kota Agung lalu melaporkan perkembangan situasi tersebut kepada Kabag Ops dan Kapolres Tanggamus, tentang jalannya unjuk rasa di kantor KPU Tanggamus yang dianggap rawan dan membutuhkan bantuan kekuatan dari pleton dalmas Polres.

Baca Juga:  Keluarga Korban Lakalantas di Kagungan Ratu Minta Tanggung Jawab

Mendapat laporan dari Kapolsek, Kapolres Tanggamus memerintahkan Kasat Sabhara dan Kasat Binmas untuk menerjunkan anggotanya sebanyak satu pleton, serta satu unit negsiator guna membackup personil yang sedang melaksanakan pengamanan.

Kehadiran satu pleton dalmas Polres Tanggamus justru bukan menambah situasi semakin reda, malahan massa melakukan perlawanan dengan menarik tali dalmas dan mendorong anggota dalmas, massa tetap memaksakan kehendaknya untuk masuk dan ke kantor KPU dan tidak percaya dengan kalimat dari aparat keamanan bahwa ketua KPU tidak ada ditempat.

Melihat situasi yang kian tak menentu, Kapolsek untuk kedua kalinya meminta bantuan kepada Kapolres Tanggamus agar menambah jumlah personil.

Saat itu juga Kapolres Tanggamus bersama Kabag Ops dan satu kompi dalmas menuju ke kantor KPU, guna membackup pengamanan unjuk rasa.

Kurang lebih satu jam waktu berjalan, dengan pengawalan anggota lalu lintas, tiba tiba datang sejumlah massa yang sangat banyak, yang jumlahnya kurang lebih 500 orang berjalan kaki dengan membawa tulisan atas tuntutan dan keinginan, bersamaan itu pula massa memancing petugas dengan membakar ban di depan barisan pleton dalmas.

Tiga puluh menit setelah pengunjuk rasa menyampaikan orasinya, tiga pleton dalmas Polres Tanggamus dibawah komando Kapolres dengan dilengkapi tameng, tongkat “T” helm dalmas, petugas pemegang handy cam, pemadam api, masker toa, camera digital, dan dua petugas pembawa senjata pengurai massa (flass ball).

Baca Juga:  Polisi Limpahkan Tersangka Pembunuh Ayah Kandung ke Kejaksaan

Hadirnya tiga pleton bantuan Polres Tanggamus tidak menyurutkan para pengunjuk rasa berhenti dan justru sebaliknya, saat itulah Kapolres Tanggamus dengan menggunakan mobil double kabin berdiri dengan membawa alat pengeras suara, mengimbau kepada pengunjuk rasa agar tidak melakukan upaya dan tindakan diluar prosedur. Kendati demikian massa yang semakin tak terkendali tetap saja melakukan aksinya dengan mendorong dan melempar petugas.

Melihat massa yang semakin anarkis dan beringas, Kapolres memerintahkan kepada Danki dalmas untuk membuat formasi sikap desak maju, bersamaan dengan itu juga mobil Water Canon masuk pada bagian tengah barisan dan menyemprotkan air kepada para pengunjuk rasa, masa tetap tidak bergeming kendati telah disemprotkan air dari mobil Water Canon.

Melihat massa yang tidak mengindahkan himbauan tersebut, Kapolres memerintahkan regu penembak pengurai massa (flash ball) untuk mempersiapkan diri, setelah regu penembak pengurai masa selesai menembakan asap atau pengurai masa, pengunjuk rasa tetap bertahan dan mengarah ketindakan anarkis dengan merusak fasilitas umum, sehingga Kapolres memerintahkan Kasatreskrim dan anggotanya untuk melakukan upaya paksa penangkapan terhadap para provokator.

Masa pengunjuk rasa akhirnya dapat dibubarkan, situasi berangsur kembali kondusif.

Kejadian tersebut tentunya bukanlah sebenarnya, hal itu merupakan rangkaian simulasi pengamanan penghitungan suara jelang pemilihan kepala daerah (Pemilukada) pada 27 Juni mendatang.

Kombes Pol Marolop Manik, tim Korps Baharkam Polri serta seluruh jajaran didampingi Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma Karang, S.Ik,. Kabag Ops Kompol Aditya Kurniawan, Hadir dan menyaksikan langsung simulasi pengamanan Pilkada tersebut.

Baca Juga:  4 Kabupaten/Kota Terima Randis dari Polri

Kombes Pol Marolop Manik menyampaikan, kedatangan dirinya serta seluruh jajaran adalah untuk melihat dari dekat kesatuan-kesatuan dari Polda Lampung dan seluruh jajarannya, salah satunya Polres Tanggamus tentang kesiapan pengamanan Pemilukada tahun 2018.

“Kami melihat situasi secara keseluruhan yang telah disampaikan oleh Kapolres, bahwa kondisi saat ini kondusif, namun Kapolri mengharapkan kepada seluruh jajarannya tidak terlena, dengan situasi yang ada,” terangnya Didampingi Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.Ik.

Ia juga mengatakan, Polres Tanggamus telah melaksanakan perintah Kapolri dalam strategi pengamanan serentak Pilkada 2018, dengan menggunakan pola pro aktif, dan preventif, sehingga mencegah jauh lebih baik daripada upaya penegakan hukum.

Hingga sejauh ini lanjutnya, Polres Tanggamus telah cukup mendukung pelaksanaan pemilukada nanti.

“Kita telah memiliki pengalaman, bukan melihat dari apa yang disampaikan oleh Kapolres saja, tetapi bahasa tubuh dari jajarannya, dan dibawah pimpinan AKBP I Made Rasma, cukup mendukung pengamanan pemilukada 2018 yang dilaksanakan di Tanggamus, dan kita berdoa semoga berjalan dengan aman,dan tertip,” pungkasnya.
(SB/CD).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top