Politik

KPU Bandar Lampung Melanggengkan Politik Dinasti

Calon anggota PPK yang berafiliasi dengan partai politik/Bawaslu/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Proses rekrutmen calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilakukan KPU Bandar Lampung sejak 18 Januari-10 Februari dinilai turut melanggengkan politik dinasti atau kelompok.

Hasil temuan Bawaslu Bandar Lampung menyebutkan ada 4 nama calon PPK yang memiliki keterlibatan dengan partai politik yakni BS di Kecamatan Tanjungkarang Barat dari PDIP, AM di Telukbetung Timur dari PAN, EM di Telukbetung Barat dari PAN, dan MD di Kecamatan Kedaton dari Perindo.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung Yusdianto mengatakan rekrutmen PPK yang tidak sesuai mekanisme atau norma mengabaikan semangat demokrasi yang tengah dibangun.

“Kalau dia semangatnya dari aturan maka siapapun orangnya kalau dia tidak sesuai dengan mekanisme atau norma, maka dia harus didelete,” kata Yusdianto saat dihubungi fajarsumatera.co.id, Selasa (11/2).

Baca Juga:  Daftar ke KPU, Pasangan Ridho Dan Bachtiar Patahkan Anggapan Tak Dapat Perahu

PKPU Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas PKPU Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pembentukan dan Tata Kerja PPK, PPS, dan KPPS Dalam Penyelenggaraan Pemilu Pasal 36 Ayat 1 mengatakan :

(e) Tidak menjadi anggota Partai Politik yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah, atau paling singkat 5 (lima) tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus partai politik yang bersangkutan;

(e1) Tidak menjadi tim kampanye Peserta Pemilu yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau paling singkat 5 (lima) tahun tidak lagi menjadi tim kampanye Peserta Pemilu yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus Partai Politik dan tim kampanye sesuai tingkatannya.

Baca Juga:  Pansus Politik Uang DPRD Lampung Tak Berhenti Telusuri TSM

“Ini mengabaikan aturan maka kemudian dia (KPU_red) tidak melihat lagi pada asal-usul, dia hanya melihat personal (calon PPK_red). Karena yang dibangun itu semangatnya adalah dinasti, kekerabatan, aliran, maka proses pemilihan itu mengabaikan semua aspek yang melekat kepada orang yang melamar,” ujarnya.

Yusdianto menilai lolosnya keempat calon PPK tersebut hingga ke tes akhir wawancara bukanlah sebuah kelalaian namun unsur kesengajaan dari KPU Bandar Lampung.

“KPU dengan sengaja mengakomodir, mungkin karena ada faktor lain, kalau tidak diketahui publik maka dia akan terus berjalan,” katanya.

“Ini enggak baiklah, enggak benar, saya kira kalau mau curang itu jangan membodohi publiklah”.

Sementara Anggota KPU Bandar Lampung Divisi SDM Hamami mengakui KPU memiliki data kepengurusan partai politik di Bandar Lampung.

Baca Juga:  Raja Skala Brak Serukan Dukung Ridho Bachtiar

“Semua kami cek kembali. Keempat nama yang disinyalir terindikasi orang parpol ada dalam 10 besar. Nanti kita umumkan, apakah keempat nama itu masuk di nomor urut 1-5 atau 6-10,” kata Hamami.

“KPU transparan, terbuka hasil pengumumannya,” tegasnya.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top