Iklan
Ekonomi

KPR : IMF Hanya Menggeruk Keuntungan di Dalam Negara

Annual Meeting IMF-WGB 2018/Net

LAMPUNG – International Monetary Fund and World Bank Group Annual Meetings (IMF-WBG AM) ke-25 akan diselenggrakan di Bali pada 8-14 Oktober 2018. Adapun isu yang akan dibahas seputar, pandangan situasi ekonomi dunia, stabilitas keuangan dunia, pembangunan global, perubahan iklim dan isu lainnya.

Kendati demikan, Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR), sebuah organisasi yang menghimpun serikat buruh manufaktur, serikat pekerja kereta api, ormas mahasiswa, dan elemen masyarakat lain yang tersebar di provinsi-provinsi Indonesia, melihat IMF hanya mencari keuntungan.

“Lembaga keuangan itu adalah yang selama ini memonopoli serta mengendalikan percaturan ekonomi politik negara-negara guna mengeruk keuntungan dari sumber daya yang ada di dalam suatu negara”. ujar Koordinator KPR, Sulton Odeu, kemarin.

Baca Juga:  Belanja di Informa Dapat Cashback 4 Juta

Kata dia, ditengah sendunya kehidupan rakyat Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang semakin mencekik, dengan gagah perkasa pemerintah menggelontorkan anggaran Rp6,9 triliun.

Tercatat bahwa, perdagangan Indonesia sedang mengalami defisit yang signifikan. pertumbuhan industri besar dan sedang  tahun 2018, di kuartal II hanya tumbuh 4,36 persen secara tahunan (year-on-year) atau lebih rendah dibanding kuartal I yakni 5,36 persen.

Sementara itu, industri mikro dan kecil hanya tumbuh 4,93 persen atau melambat dibanding kuartal I yakni 5,25 persen.

“Ini menunjukkan kenyataan bahwa berapa banyakpun pembangunan infrastruktur namun tidak memiliki hubungan pada peningkatan kehidupan rakyat, terutama mayoritas rakyat yang hidup sebagai pekerja,” ujar Sulton.

Hari ini, sambungnya, sangat lazim mendengar bahwa hutang adalah sesuatu yang baik jika dikelola dengan baik, dan ini sering di dengar dari pemerintah. Akibat menjiplak sistem moneter dari lembaga keuangan dunia.

Baca Juga:  Geprek Bensu Buka Cabang Di Kemiling

Dampak-nya adalah semakin bertambahnya total utang luar negeri 356.945 miliar dollar atau sekitar Rp4997,23 triliun per april 2018 dan semakin bertambah dengan kurs dollar yang semakin menguat saat ini mencapai lebih dari Rp15000/dollar.

KPR menyatakan bahwa untuk keluar dari “benang kusut” tersebut, pemerintah Indonesia harus membangun kemandirian ekonomi untuk melepaskan diri dari cengkraman imperialisme.

“Salah satu hal yang wajib di lakukan pemerintah adalah menasionalisasi aset strategis yang di kuasai pihak swasta, membangun industrialisasi nasional yang kokoh, melaksankan reforma agraria sejati, dan menyelenggarakan pendidikan gratis ilmiah, demokratis untuk seluruh rakyat,” pungkasnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top