Ekonomi

KPP Pratama Tanjung Karang Gelar Seminar UMKM “Cegah Bangkrut Dengan Handphone”

Seminar Business Development Services, di Ballrom Krakatau Swissbelll Hotel/MG/Suluh

BANDAR LAMPUNG – KPP Pratama Tanjung Karang, sukses menggelar acara Business Development Services, di Ballrom Krakatau Swissbelll Hotel, Senin (1/10).

Acara yang mengundang pelaku UMKM di seluruh Lampung khususnya pengusaha kuliner ini mengangkat tema “Cegah Bangkrut Dengan Handphone”, dengan pemateri yang didatangkan langsung dari Jakarta yaitu Khusnaini, selaku pengusaha Dim Sum, yang juga Dosen Politeknik Keuangan Negara STAN.

Ibu Iin, begitu sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa, dalam 10 tahun terakhir UKM di Indonesia masih stag di level UMKM atau usaha mikro dengan jumlah 98%. Penyebab UKM tidak naik kelas yaitu keuangannya tidak diurus dengan baik, sehingga salah menentukan harga jual.

“Pembisnis berbeda dengan pedagang, jika pedagang hanya memikirkan hasil yang lumayan dari barang yang dijual. Maka pembisnis harus memikirkan untung-rugi. Bagaimana mengelola bahan yang berharga Rp10 ribu bisa menghasilkan uang Rp100 ribu,” jelasnya, saat memberikan materi kepada peserta seminar.

Baca Juga:  Smartfren 4G+ Siap Temani Ramadan dan Mudik

Selain itu Ibu Iin juga mengatakan, bahwa kunci berbisnis adalah disiplin.

Beliau mencontohkan, dengan membagi hasil jualan hari ini menggunakan 4 celengan yang berbeda. Celengan pertama diisi uang untuk HPP (Harga Pokok Penjualan) dan BEP (Break Event Point), celengan ke dua untuk gaji karyawan, sekalipun dikerjakan oleh diri sendiri, celengan ke tiga untuk pajak, infak dan sedekah, serta yang terakhir untuk berinvestasi.

Dalam kesempatan ini, Ibu Iin juga mengenalkan aplikasi berbasis smartphone yaitu Akuntansi UKM yang bisa membantu dan mempermudah para pemilik UKM untuk membukukan usahanya tanpa harus repot dengan buku dan alat tulis.

Semuanya dapat diakses dengan mudah melalui gawai masing-masing.

Baca Juga:  Industri Manufaktur Bahan Karet dari Lampung Mengalami Kenaikan

“Dewasa ini kebutuhan manusia sudah bukan sandang, pangan dan papan lagi. Melainkan sandang, pangan, papan dan casan,” Kelakarnya di sela-sela penyampaian materi.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Tanjung Karang, Ahmad Tirto Nugroho, mengungkapkan bahwa, selain mencari alternatif promosi,  para pelaku UMKM harus belajar menyusun keuangan dan pembukuan. Karena dari sanalah cerminan pendapatan usaha yang dijalani.

Dalam acara ini, turut hadir juga Ale Jenes selalu pemilik akun instagram @kulinerlampung dengan pengikut 224 Ribu followers.

Ale sempat mengatakan, acara ini ini berkesinambungan dengan program yang digagas Direktorat Jendral Pajak. Yaitu dengan turun ke lapangan dan memberikan manfaat bagi pengusaha UMKM terutama kuliner.

Ale berharap, teman-teman pelaku bisnis UMKM bisa lebih memahami dan bisa belajar membuat pembukuan yang baik untuk usahanya. Karena selama ini masih banyak UMKM yang masih tidak peduli terhadap pembukuan usaha.

Baca Juga:  5 Calon Rektor Unila Tes Kejiwaan, Disodorkan 500 Pertanyaan

Ditempat yang sama, Desliyaninatalia, selaku pemilik usaha Gazebo R&D Lampung, mengatakan, bahwa aplikasi akuntansi UKM sangat mudah digunakan.

“Jadi gak perlu lagi berkutat dengan buku laporan keuangan yang ribet dan memusingkan. Saya berharap agar lebih sering lagi diadakan seminar serupa,” singkatnya.(MG)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top