Iklan
Daerah

KPK Sesalkan, Pejabat Lampung Tengah Tak Perangi Korupsi

Adliansyah Malik Nasution, Ketua Tim Supervisi KPK RI Korwil II wilayah Sumatera/Suluh

BANDARLAMPUNG  – Bupati Lampung Tengah (non aktif) Mustafa, menjadi salah satu contoh pejabat yang tidak bisa menjaga komitmen perang terhadap korupsi.

Padahal, ketika menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah (Lamteng), secara tegas menyatakan seluruh Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Kabupaten Lampung Tengah,  perang terhadap Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN). Termasuk didalamnya gratifikasi.

Hal ini terbukti, dengan tercatutnya Mustafa dalam dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, Mustafa diduga memberikan suap kepada Legislatif agar menyetujui pinjaman dana sebesar Rp300 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Baca Juga:  Hunian Sementara oleh NU Peduli Tsunami Lampung Selatan Selesai Dikerjakan

Menanggapi hal itu,  Adliansyah Malik Nasution, selaku Ketua Tim Supervisi KPK RI Korwil II wilayah Sumatera, sangat menyayangkan Bupati Lamteng (non aktif) ditetapkan tersangka oleh KPK  atas dugaan pemberian suap (gratifikasi) kepada legislatif.

“Yah sedih juga lah kita, sudah berkali kali diingatkan. Apa boleh buat. Hanya gak ada kaitannya dengan pertemuan hari ini. Setelah pertemuan dengan seluruh sekda baru kejadian, jadi saya engga tahu itu ada OTT (operasi tangkap tangan),” kata Adliansyah, di Gedung Pusiban, Pemprov Lampung, Senin (26/2).

Ia menjelaskan, sebelum melakukan tindakan, KPK memberikan berikan pendampingan dalam rangka program pencegahan korupsi.  “KPK ini kan tugasnya bukan menangkap saja, tapi pencegahan. Cuma kalau dicegah juga gak mau, apa boleh buat, langsung ambil tindakan,” tegasnya.

Baca Juga:  Dandim 0429 Lamtim Buka Kegiatan Pembinaan Peta Jarak Jaring Teritorial

Menurutnya, ada tiga cara yang dilakukan KPK untuk pencegahan korupsi dan gratifikasi  yang terjadi di daerah selama pendampingan. Komitmen, bangun sistem, dan pengelolaan sumberdaya manusia.

“Jika bangun sistem dan pengelolaan sumber daya manusia masih ada ukurannya. Tapi kalo komitmen itu tidak ada ukurannya, hanya dia dan tuhan. Dan yang paling susah itu menjaga komitmen,” katanya.(UN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top