Modus

KPK Periksa Ken Leksono Perihal Kasus Suap Zainudin Hasan

Bupati Lampung Selatan nonaktif, Zainudin Hasan/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, memeriksa Direktur PT Jhonlin Marine Trans Ken Leksono, sebagai saksi dalam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Zainudin Hasan selaku Bupati Lampung Selatan nonaktif.

Juru Bicara KPK RI, Febri Diansyah dalam bentuk press rilis menyampaikan bahwa Kamis (1/11), penyidik KPK RI memeriksa 1 dari 3 saksi yang dijadwalkan dalam perkara TPPU dengan tersangka Zainudin Hasan. Saksi itu, Ken Leksono, Direktur pada PT Jhonlin Marine Trans.

Kemudian, dua saksi lainnya, Direktur PT Baramega Citra Mulia Persada tahun 2012 Sutarno dan Direktur PT Baramega Citra Mulia Persada tahun 2012 Rudy Ridwan tidak menghadiri pemeriksaan tersebut tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga:  Plt Bupati Lampung Selatan Hadiri Haul Peringatan Wafatnya Pahlawan Nasional Radin Inten II

Kendati demikian, penyidik akan  terus mendalami permasalahan ini, khususnya terkait kepemilikan asset Zainudin Hasan berupa speed boat.

Sebelumnya, Tujuh orang saksi tengah menjalani pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK di Mako Brimob Bandar Lampung, pada kamis (18/10), sejak pagi tadi.

Tujuh orang tersebut hingga siang ini masih menjalankan pemeriksaan di Makobrimob Bandar Lampung. Delapan orang yang tiga orang dari kalangan ASN, dan empat dari pihak swasta.

“Tiga dari ASN empat orang lainnya dari pihak swasta. Mereka di periksa terkait pembelian aset-aset Zainudin yang diduga dibeli menggunakan uang hasil korupsi sejak 2016 hingga 2018,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dirinya juga memberitahukan, bahwa pada siang ini bakal ada lagi pemanggilan terhadap saksi lain terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Bupati Lampung Selatan non aktif Zainudin Hasan.

Baca Juga:  Kejari Menggala Incar Pejabat Pemkab Tulangbawang

Bahkan, pihaknya juga membeberkan daftar nama yang di periksa sejak pagi ini di Makobrimob, antara lain SR, RS, AD, TR, RT, HD dan HH.

“Semuanya diperiksa didalam satu ruangan, tetapi dengan meja terpisah dan penyidik yang berbeda. Memang tempatnya tertutup bagi media, tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke Makobrimob,” pungkasnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top