Iklan
Modus

KPK Periksa 4 Orang Dalami Kasus Korupsi Mantan Bupati Lampung Tengah

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah/Net

BANDAR LAMPUNG  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa sejumlah saksi yang terdiri dari pihak swasta, anggota DPRD Lampung Tengah (Lamteng), mantan anggota DPRD Lampung, dan politisi Partai Nasdem Lamteng.

Pemeriksaan tersebut guna memperdalam penyelidikan kasus korupsi mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, yang diperiksa Ketua Pemuda Nasdem Pringsewu Pemborong Sony Adiwijaya, anggota DPRD Lampung Tengah Zainuddin, Edi Sujarwo selaku swasta dan eks anggota DPRD Lampung Tengah Khaidir Bujung.

“Mereka sebagai saksi untuk tersangka Mustafa,” ujar Febri Diansyah, Senin (29/4).

Diketahui, dalam kasus ini, Mustafa diduga menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek. Mustafa diduga telah menerima suap dan gratifikasi sekira Rp95 miliar dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018.

Baca Juga:  Dalami Kasus Korupsi di Lampung Tengah, KPK Tahan Bos PT Sorento Nusantara

Sebagian uang Rp95 miliar tersebut diduga berasal dari Budi Winarto dan Simon Susilo. Kedua pengusaha itu disinyalir menyuap Mustafa untuk mendapatkan proyek di lingkungan Lampung Tengah. Adapun, proyek yang akan digarap berasal dari dana pinjaman daerah tahun anggaran 2018.

KPK pun telah menetapkan Budi Winarto dan Simon Susilo sebagai tersangka pemberi suap kepada Mustafa.

‎Selain itu, KPK juga telah menetapkan empat anggota DPRD Lampung Tengah dalam perkara ini. Di antaranya, Achmad Junaidi S (AJ) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pinjaman daerah Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

Selain Achmad Junaidi, KPK juga menetapkan tiga anggota DPRD Lampung Tengah sebagai tersangka dalam perkara yang sama. Ketiga legislator Lampung Tengah tersebut yakni, Bunyana (BUN), Raden Zugiri, dan Zainudin.

Baca Juga:  Ketua DPRD Lamteng dan Rombongan Ditahan KPK

Keempatnya diduga telah menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Lampung Tengah.

Kemudian, keempatnya diduga menerima suap terkait pengesahanan APBD-P Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017 dan APB‎D tahun 2018.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top