Iklan
Bandar Lampung

KPK Lewat Tim Dumas Berkunjung ke Pemprov Lampung, Apa Sih Tugas dan Fungsinya?

KPK Lewat Tim Dumas Berkunjung ke Pemprov Lampung, Apa Sih Tugas dan Fungsinya?
KPK Lewat Tim Dumas Berkunjung ke Pemprov Lampung, Apa Sih Tugas dan Fungsinya?

Sumber foto: Instagram @pemprov.lampung.

Suluh.co – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] lewat tim pada Direktorat Pengaduan Masyarakat [Dumas] melakukan kunjungan ke Pemprov Lampung, Selasa pagi, 26 Januari 2021.

Lewat laman instagram @pemprov.lampung, kunjungan itu diterima oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di ruang kerja gubernur. Arinal Djunaidi tidak sendiri.

Ia setidak-tidaknya ditemani Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto; Asisten Administrasi Umum Minhairin; Inspektur, dan Plt Kepala BPKAD beserta jajaran.

KPK pada laman web resminya memberikan kisi-kisi perihal apa sih sebenarnya tugas dan fungsi Dumas.

Tugas dan Fungsi Dumas

Dikatakan bahwa, sesuai dengan PP No 71 Tahun 2000 juncto PP No 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, KPK membuka sarana pengaduan masyarakat yang memiliki tugas dan fungsi menerima dan menangani laporan/pengaduan dugaan tindak pidana korupsi.

Baca Juga:  Warga Net Kritisi Praktik Politik Uang Arinal-Nunik

Sarana tersebut dibawah tanggung jawab Direktorat Pengaduan Masyarakat.

Secara berkala Direktorat Pengaduan Masyarakat melaporakan rekapitulasi jumlah laporan yang masuk, rekapitulasi telaah dan tindak lanjutnya. Pengaduan/laporan yang dapat ditindaklanjuti oleh KPK adalah pengaduan/laporan yang sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam UU No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sepanjang tahun 2020 setidak-tidaknya sejak Januari sampai September, KPK mencatat bahwa selama Provinsi Lampung masuk ke dalam rekapitulasi berdasarkan wilayah, Dumas KPK setidaknya menerima 127 jenis aduan.

Banyak orang bertanya-tanya bagaimana KPK bisa menangkap tangan praktik suap/pemerasan, atau dari mana KPK bisa mengendus korupsi ketka belum terjadi.

Apakah KPK punya ribuan kamera yang memantau seluruh pejabat di negeri ini setiap hari? Atau, ada jutaan mikrofon yang menguping percakapan setiap proses pengadaan di seluruh daerah?

Baca Juga: Intip Maksud Kedatangan Dumas KPK ke Lampung: Sekadar MoU Seperti Kata Arinal Djunaidi Kah?

Keberhasilan KPK dalam menangkap koruptor ternyata merupakan hasil dari peran serta dan kepedulian masyarakat dalam melaporkan kasus korupsi.

Baca Juga:  Wagub Lampung Hadiri Pelantikan Anggota DPRD PAW Indra Ismail

KPK sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk memberikan akses informasi ataupun laporan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi atau TPK yang terjadi di sekitarnya.

Informasi yang valid disertai bukti pendukung yang kuat akan sangat membantu KPK dalam menuntaskan sebuah perkara korupsi.

Baca Juga: Alasan Awal Mengapa Dumas KPK Kunjungi Pemprov Lampung hingga Jalin MoU

KPK juga memberitahu kepada publik perihal bentuk-bentuk perbuatan yang masuk dalam kategori perbuatan pidana berkait dengan korupsi. Di antaranya adalah:

1. Perbuatan melawan hukum, memperkaya diri orang/badan lain yang merugikan keuangan/perekonomian negara;
2. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan/kedudukan yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara;
3. Penggelapan dalam jabatan;
4. Pemerasan dalam jabatan;
5. Tindak pidana yang berkaitan dengan pemborongan;
6. Delik gratifikasi.

Adapun Tindak Pidana Korupsi atau TPK yang dapat ditangani KPK adalah, yang melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara; dan menyangkut kerugian keuangan negara paling sedikit Rp1 miliar.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Baca Juga:  Tandatangan RDP Palsu, Inspektorat Mulai Telusuri Oknum Sekretariat Komisi I DPRD Lampung
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top