Modus

KPK Gagal Deteksi Penyimpangan Dana Bansos Kabupaten Lampung Timur

Aplikasi JAGA Bansos/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – KPK sedianya telah menyediakan aplikasi yang disebut dengan JAGA Bansos. Tujuannya untuk menampung keluhan masyarakat atas adanya penyaluran bantuan sosial.

Kendati demikian, langkah atau strategi KPK di atas agaknya dinilai tidak manjur.

Praktisi Hukum dari Universitas Negeri Lampung Yusdianto mengatakan, KPK justru hanya omdo alias omong doang.

Anggapan itu didasarkan pada munculnya penyelidikan yang dilakukan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus
(Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) di Kabupaten Lampung Timur, 7 Agustus 2020 lalu, menyoal dugaan penyelewengan dana Covid-19.

Pada aplikasi JAGA Bansos, kata Yusdianto, KPK yang disebut-sebut memiliki Satuan Tugas (Satgas) khusus berkomunikasi dengan Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 justru tidak mendeteksi adanya indikasi penyimpangan di Kabupaten Lampung Timur.

Baca Juga:  Oknum Kepala Sekolah di Metro Kedapatan Konsumsi Sabu

Yusdianto menambahkan, dengan dasar-dasar tersebut, KPK telah dianggap gagal mengawal atensi Presiden Jokowi.

”Aplikasi JAGA Bansos itu belakangan kita ketahui tidak mencatat adanya keluhan di Lampung Timur terkait penyaluran anggaran atau dana Covid-19. Agak sulit kita melihat adanya keberhasilan, yang terlihat justru mengandung nilai kegagalan,” ucap Yusdianto kepada reporter Fajar Sumatera, Rabu (26/8).

”Juga membuktikan bahwa KPK tidak mampu memberikan jawaban atas atensi Presiden tentang bagaimana mengawal penyaluran dana yang digelontorkan pemerintah pusat khususnya di Lampung Timur. Terlihat, KPK kecolongan. Kejagung justru patut diapresiasi dalam hal ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Praktisi Hukum dari Lampung Sukriadi Siregar justru berpendapat, KPK telah menghambur-hamburkan anggaran untuk menyiapkan segala strategi pada kedeputian pencegahan. Karena sangat tidak mungkin setiap kebijakan KPK dan strategi itu tidak didukung anggaran.

Baca Juga:  Operasi Waspada Krakatau 2018 Jumlah Senpi Hingga Bom Ikan Meningkat

”Yang kita lihat, strategi tadi agaknya nggak punya dampak di Provinsi Lampung ini. Yang terlihat justru, KPK sedang menghambur-hamburkan anggarannya. Coba ditanya ke KPK, berapa anggaran yang dihabiskan untuk buat ini itu,” tambah dia.

Sukriadi Siregar mengatakan, KPK belakangan hanya membuat narasi-narasi bahwa lembaga antirasuah itu melakukan pemantauan terhadap dana Covid-19.(RDO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top