Daerah

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi 600 miliar Di Lampura

Ist

BANDARLAMPUNG, – Pengamat Hukum Unila, Yusdianto mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusut tuntas laporan masyarakat terkait adanya indikasi korupsi sebesar Rp.600 miliar di kabupaten Lampung Utara.

“Kita mendorong dan mendesak lembaga KPK untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut. Karena ini poinnya bagus, kenapa? Hakikat atau esensi penyelenggara pemerintahan itu kan partisipasi masyarakat,” kata Yusdianto, Kamis (18/1).

“Nah model partisipasi masyarakat adalah, ketika masyarakat melakukan pencermatan, pemantauan, pengawasan terhadap sebuah penyelenggaraan salah satunya penggunaan APBD untuk pembangunan baik infrastruktur maupun non infrastruktur yang dianggap menyimpang. Maka sudah menjadi kewajiban masyarakat itu menyampaikan ke institusi terkait,” ujarnya.

Ia mengapresiasi  langkah berani masyarakat  dengan melaporkan tindak dugaan korupsi di kabupaten Lampura ke KPK demi mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih.

“Dengan munculnya permasalahan ini, semoga  watak dan maindset dari penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dalam penggunaan APBD demi kemajuan kabupaten setempat.”ungkapnya

Baca Juga:  Kasus Mustafa, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Dipanggil KPK

Ia berharap, KPK segera menelusuri dan mengusut tuntas laporan masyarakat serta menindak pelaku yang diindikasi melakukan tindak korupsi tersebut.

”Siapa saja pihak yang terlibat terkait dalam penggunaan anggaran yang di indikasi melakukan korupsi. Apalagi dananya tidak sedikit, mencapai Rp 600 miliar, artinya lebih dari setengah atau tiga perempat dari total APBD Lampura,”ucapnya

“seharusnya KPK dapat lebih agresif menindaklanjuti laporan  dengan angka yang fantastis ini,” ucapnya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami mengenai laporan adanya dugaan korupsi sekitar Rp600 miliar di Kabupaten Lampung Utara yang dilaporkan oleh masyarakat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan setiap laporan yang masuk dari masyarakat, nantinya akan ditelaah terlebih dahulu apakah memang memenuhi tindak pidana korupsi atau tidak.

“Itu sama seperti semua laporan yang masuk,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

Baca Juga:  Anggota DPRD Lampung Tengah, Pegawai Pemkab dan Seorang Pihak Swasta, Diamankan KPK

Direktur LBH Awalindo, Samsi Eka Putra, sebagai perwakilan masyarakat Lampung Utara sebelumnya menjelaskan bahwa dugaan itu berasal dari pelaksanaan proyek, anggaran BPJS Kesehatan, sertifikasi para guru, dan honor pegawai di lingkungan Kabupaten Lampung Utara.

“Kalau kami akumulasikan bisa sampai Rp600 miliar,” ujar Samsi saat memberikan laporan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).

Dalam hal ini, Samsi menyebut, telah melaporkan dugaan tersebut ke pihak Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK dengan menyerahkan sejumlah dokumen. Berkas tersebut, kata dia dapat dijadikan bukti permulaan lembaga antirasuah untuk mengusut adanya dugaan korupsi di Lampung Utara.

“Laporan KPK itu sendiri sudah kami kemas dalam satu bundel besar. Kami siapkan bukti permulaan, di antaranya kontrak perencanaan Rp118 miliar, BPJS Rp19 miliar, ini yang kami pertanyakan,” katanya.

Terkait pelaporan dan penyerahan dokumen, Samsi memberitahukan bahwa pihak KPK langsung merespon hal tersebut. Dia menyatakan laporan tersebut akan diproses paling lambat dalam 30 hari kerja. Samsi berharap dokuman yang diserahkan bisa menjadi bukti tambahan dari laporan sebelumnya.

Baca Juga:  Bupati Winarti Segera Temui Gubernur Bahas Pembangunan Taman Kota

Samsi menekankan, laporan yang di buat ke KPK bukan untuk menyudutkan pihak manapun. Dia mengaku hanya ingin menyampaikan kondisi yang sebenarnya tentang keuangan di Kabupaten Lampung Utara.

“Penyebabnya apa mari sama-sama kita selidik, siapa pelakunya sama-sama kita selidiki,” pungkasnya. (AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top