Daerah

Kota Metro Mulai Terapkan PPKM Mikro

Wali Kota Metro Wahdi/And

Suluh.co – Guna pencegahan penyebaran Covid-19 dan penanganan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro, Forkopimda Kota Metro gelar rapat sekaligus membahas pengoptimalan posko satgas Covid-19, di Aula TMII, Selasa (6/7).

Mengenai Kota Metro yang melakukan PPKM Mikro, Kabag Hukum Ika Pusparini menjelaskan bahwa, dalam pelaksanaan kegiatan ditempat kerja perkantoran diberlakukan secara 75 persen WFH dan 25 persen WFO.

“Dengan penerapan protokol kesehatan lebih diperketat, #ama dengan pemberlakukan pada saat Kota Metro zona merah,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk kegiatan yang melibatkan perdagangan, perbelanjaan dan tempat makan minum ditempat sebesar 25 persen dari kapasitas.

Serta diberlakukannya jam operasional sampai dengan pukul 17:00 WIB waktu setempat. Pemberlakuan jam operasional yang semula sampai pukul 20.00 WIB, sekarang sampai dengan pukul 17:00 WIB, dengan kapasitas 25 persen dengan prokes ketat.

Baca Juga:  Curi Mobil, Oknum Yang Diduga Wartawan Ini Diciduk Polres Kota Metro

Untuk tempat ibadah dilakukan dengan kapasitas 25 persen. Sementara pada pelaksanaan kegiatan seni budaya dan sosial yang menimbulkan keramaian dan kerumunan pada kelurahan zona merah dan zona orange, ditutup untuk sementara waktu.

“Dalam kegiatan hajatan, maksimal 30 orang dan tidak ada makanan hidangan ditempat,” imbuhnya.

Sementara, Wahdi, Wali Kota Metro juga memastikan, dengan adanya perubahan Kemendagri Nomor 17 Tahun 2021, mengaku, kharus cepat merespon.

Salah satunya dengan membentuk tim monitoring menjadi empat kelompok dalam melakukan pencegah, penataan, pembinaan dan pendukung.

“Dengan perubahan zona merah pada Bandar Lampung, Pringsewu dan Lampung Utara, maka dari itu pemerintah akan mengupayakan lima indikator dalam menentukan sebuah daerah menjadi zona merah dan menjadi zona PPKM Mikro. Selanjutnya, untuk kepala dinas kesehatan, diharapkan untuk lebih cermat lagi dalam pendataan, karena hal itu harus di konfirmasikan,” tegas Wahdi.

Baca Juga:  AHY: Jangan Ragu Ajak Keluarga Coblos Nomor 1

Reporter : Andrian

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top