Uncategorized

Kota Bandarlampung Langganan Banjir

Genangan air, di Jalan Tulang Bawang, Enggal/Suluh

BANDARLAMPUNG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung sejak sore hari hingga menjelang petang, menyebabkan banjir hingga genangan air dibeberapa titik Kota Tapis Berseri.

Salah satunya titik yang cukup parah terlihat di belakang Taman Budaya, Jalan H Agus Salim, Gang Raden Fatah, Kecamatan Kaliawi, Kelurahan Tanjungkarang Pusat. Pasalnya, ketinggian air yang mencapai di atas mata kaki orang dewasa tersebut, sudah masuk ke pemukiman warga setempat

Sumanto, warga setempat, mengatakan, banjir disebabkan intensitas hujan yang cukup deras dan lama. Menurut dia, hujan mulai turun sekitar pukul 15.30 WIB, dan baru reda pukul 17.11 WIB.

Alhasil, saluran air yang ada tak sebanding dengan debit air hujan yang turun.

Baca Juga:  Silaturahmi Bersama Tokoh Ulama di Lampung, Sandiaga Uno : Bapak Sejahtera, Kyai Berkah dan Anak Muda Bahagia

“Keluarga sudah mengevakuasi barang-barang ke titik lebih tinggi. Tapi, tak sampai mengungsi,” kata dia, Senin (19/2).

Sementara itu, dari pantauan di lokasi yang berbeda, ketinggian air yang mencapai sekira 40 cm menggenangi Jalan Tulang Bawang, Enggal, sehingga memperlambat arus kendaraan.

Diketahui, genangan banjir ini menjadi langganan bila hujan deras mengguyur lebih dari satu jam. Hal itu disebabkan drainase/saluran air terhambat akibat penyempitan bahu jalan dan penumpukan sampah.

Selain itu, banjir juga mengenangi perumahan warga di Gunung Mas, Telukbetung Selatan. Terpantau kondisi air lebih tinggi hingga mencapai betis orang dewasa.

Ditempat lainnya, dari Jalan Pangeran Antasari menuju Jalan Kartini, ada sedikitnya tiga titik genangan air, yaitu Jalan Raden Intan sekitar Toko Buku Gramedia kemudian di Jalan Ahmad Yani dan di Jalan Kartini tepatnya di depan Central Plaza.

Baca Juga:  Polda dan Dinsos Bandar Lampung Beri Penanganan Korban Penculikan Antar Provinsi

Dari ketiga tempat tersebut efeknya adalah kemacetan yang berlarut-larut. Terlebih Pengendara kendaraan roda dua yang ingin melakukan perjalanan dalam keadaan hujan ini sangat terhambat karena genangan air ada yang sampai merendam mesin sepeda motor.

Terlihat ada juga mobil angkot yang menepi setelah menerobos genangan Dan tidak bisa melanjutkan perjalanan karena gangguan mesin.

Salah satu penulis dari Info Lampung, Ali, melihat, bahwafenomena ini persoalan genangan (kalau tabu disebut banjir) adalah masalah klasik Kota Bandarlampung ini. Dimana jika terjadi hujan lebat maka akan hadirlah tamu berupa genangan atau awam menyebut dengan banjir.

“Solusi yang mesti dilakukan oleh pemerintah Kota Bandar Lampung adalah mencegah terjadinya genangan yang terjadi di titik titik tertentu di mana lalu lintas ramai karena jika tidak diantisipasi maka kecelakaan akan terjad di jalan yang relatif padat dan jika pembuangan air juga tidak di atasi maka banjir akan melanda rumah human,” tandas Ali.(DD/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top