Iklan
Bandar Lampung

Korporasi Terbuka SGC Dan GGP,  Untuk Arinal Nunik

Ist

LAMPUNG TENGAH – Dugaan keterlibatan korporasi sebagai pemodal paslon Arinal-Chusnunia dalam kontestasi Pilgub Lampung mulai muncul kepermukaan.  Hal ini dibuktikan, selain Vice Presiden PT Sugar Grup Companies (SGC), Lee Purwati.

Pimpinan PT. Great Giant Pineapple Welly Sugiono, juga hadir dalam kampanye Arinal-Chusnunia Chalim (Nunik) di Kampung Lempuyang Bandar, Lampung Tengah,senin (30/4) lalu.

Kehadiran Welly Sugiono dalam kampanye Arinal-Nunik di Lampung Tengah ini membuktikan, selain PT SGC, PT GGP juga ikut bermain dalam Pilgub Lampung.

Alasannya jika tidak memiliki kepentingan, tidak mungkin pimpinan perusahaan mau menghadiri Kampanye Akbar paslon gubernur.

Pri salah satu warga Lempuyang Bandar, Lampung Tengah, mengatakan, Welly Sugiono datang ke lokasi sekitar kampanye sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian duduk di sebelah Nunik, calon wakil gubernur.

Baca Juga:  SMSI Lampung akan Gelar Lomba Foto Pariwisata dan Berita Pemilu Bermartabat

“Saya heran, kenapa pak willy hadir dalam acara ini. Padahal dia itu pimpinan perusahaan,” kata pria berkacamata ini.

Vice Presiden PT Sugar Grup Companies (SGC), Lee Purwati (kaos merah)/Ist

Sementara itu, Akademisi Universitas Lampung Yusdianto berpendapat keterlibatan korporasi dalam kancah politik khususnya kontestasi Pilgub Lampung sebagai tindakan pembajakan demokrasi dan juga bentuk konspirasi yang dibangun dengan Cagub dalam rangka pengamanan aset perusahaan juga perluasaan bisnis.

Serta melindungi koorporasi dari dugaan penipuan penggelapan dan perampasan lahan milik rakyat.

Dia menegaskan, publik sudah semestinya tidak memilih calon yang mementingkan kepentingan korporasi daripada kepentingan rakyat, kuatnya dukungan pemodal terhadap pasangan Arinal-Nunik mempunyai tujuan tertentu.

Baca Juga:  Kabid PPD HMI Menyayangkan Pernyataan Asisten 1 Pemkot Bandar Lampung

Padahal, kata Yusdianto, Komisi II DPR RI pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas dugaan penipuan, pemalsuan, penggelapan pajak khususnya untuk PT SGC yang membahas penyerobotan lahan masyarakat di 4 Kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

“Saya cukup menyayangkan, bila demokrasi yang senyatanya milik rakyat kemudian dibajak atas kepentingan korporasi. Maka sudah sewajarnya publik marah dengan tidak memilih calon yang bersangkutan,” ujar Yusdianto.

Adanya konspirasi antara korporasi dan politisi tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk pengamanan dan perluasaan bisnis.

“Maka saya setuju bila pemerintah dalam hal ini Dirjen Pajak masuk untuk terlibat memeriksa perusahan dan calon,” tegas Yusdianto.(LS/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top