Modus

Korban Penembakan asal Lampung oleh Oknum Polisi di Cafe Cengkareng Dimakamkan Esok

Rumah kediaman orang tua korban penembakan di Cafe Cengkareng yang berada di Jalan Sultan Haji, Kota Sepang, Labuhan Ratu, Bandar Lampung/TOM

Suluh.co – Jenazah salah satu korban penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi berpangkat bripka berinisal CS, tiba dikediaman orang tuanya yang berada di Jalan Sultan Haji, Kota Sepang, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Korban bernama Doran Markus Manik, tiba pada Jumat (26/2) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang terhimpun di kediaman rumah duka, almarhum Doran meninggalkan tiga orang anak dan seorang istri.

Pria kelulusan Universitas Lampung dengan menyandang gelar sarjana ekonomi ini meninggalkan rumah orang tua setelah menikah dengan sang istri dan memutuskan untuk tinggal di Jakarta dikediaman rumah mertuanya.

Baca Juga:  Pemilik Ladang Ganja di Tanggamus Masih Misterius

Sementara, Piter Manik, saudara korban mengatakan, upacara pemakaman akan digelar esok Sabtu (27/2) mulai sekitar pukul 10.00 WIB.

“Keluarga yang minta agar alamarhum dimakamkan di Lampung,” singkat Piter.

Doran sendiri menjadi salah satu korban penembakan oleh Bripka CS bersama tiga orang lainnya di Cafe RM Cengkareng Timur, Jakarta Barat, pada Kamis (25/2) sekitar pukul 05.00 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang meninggal dunia sementara satu orang harus dirawat secara intensif dirumah sakit.

Adapun identitas para korban yakni Pratu Martinus Kardo Rizky Sinurat anggota TNI aktif, Doran Markus Manik, kasir Cafe RM, Feri Saut Simanjuntak, waiters dan Hutapea Manager Cafe RM yang masih dirawat.

Baca Juga:  Dipegang Penuh Oleh Pemkot Bandar Lampung, 2019 Pasar Smep Kembali Dibangun

Bripka CS sendiri saat ini telah dilakukan penahanan di polsek kalideres tempat dirinya berdinas.

Dari kronologis kejadian, CS diketahui datang ke kafe tersebut sekitar pukul 02.00 WIB, melakukan kegiatan minum-minum.

CS kemudian ingin meninggalkan kafe setelah dua jam berada di lokasi. Namun, CS enggan membayar tagihan minuman sebesar Rp3.335.000. Hal itu pun memicu keributan.

Secara tiba-tiba, pelaku mengeluarkan senjata api dan menembakkan kepada para korban secara bergantian.

 

Reporter : Tommy Saputra

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top